Suara.com - Indonesia memang tak hanya Bali. Begitu banyak daerah yang bisa dieksplor ketika berbicara tentang negara kepulauan ini.
Bagi turis mancanegara, keindahan Indonesia semakin populer dan salah satunya adalah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).
Pulau ini terdiri dari empat pulau utama, tapi ada puluhan pulau yang masih dipenuhi pohon kelapa. Pasir lembut, air biru yang indah, dan gelombang yang elok merupakan paduan sempurna yang membuat website berita Huffington Post tertarik untuk mengulas lebih jauh tentang pesona Mentawai.
Dilansir dari situs yang sama, surfing di Kepulauan Mentawai menjadi bagian dari perekonomian paling besar untuk warga sekitar. Ini dikarenakan peselancar dari seluruh dunia terus berdatangan untuk menikmati gelombang tinggi di destinasi itu.
Resorts seperti Kingfisher Mentawai dan WavePark sangat cocok untuk Anda yang senang berselancar. Di sana juga tersedia transportasi speedboat untuk surfing.
Hal terbaiknya, pengunjung akan diberi kesempatan untuk 'memiliki' pantai pribadi sendiri.
Sebagian besar dari pilihan penginapan resort terdiri dari bungalow pribadi, beberapa lebih mewah daripada yang lain. Meskipun sebagian besar kegiatan yang bisa dilakukan di sini adalah berselancar, namun ada banyak pilihan bagi mereka yang ingin menikmati laut.
Di antaranya snorkeling, memancing, kayak, atau sekadar duduk santai di pinggir pantai. Karena pulau-pulau kecil ini relatif berkembang, jangan berharap untuk memiliki banyak makanan dan aktivitas pilihan di luar resor Anda.
Jika resor terpencil dan pantai pribadi belum juga membuat Anda yakin untuk datang ke sana, mungkin hutan hujan tropis yang lebat dan budaya asli yang kaya bisa semakin menarik perhatian Anda.
Siberut, pulau terbesar dalam Kepulauan Mentawai, ditutupi hutan hujan tropis di mana banyak orang Mentawai masih tinggal di desa-desa setempat. Jika Anda sedang mencari petualangan, segera cari tulisan perjalanan untuk mengeksplorasi hutan dalam Siberut.
Orang-orang Mentawai tradisional menutupi tubuh mereka dengan tato yang cukup rumit, dan mereka juga hidup di rumah-rumah kayu yang disebut Uma.
Untuk menuju Kepulauan Mentawai, Anda akan menempuh cukup banyak perjalanan. Setelah Anda terbang ke Bandara Minangkabau baik dari Jakarta atau Kuala Lumpur, cara termudah untuk sampai ke Kepulauan Mentawai adalah dengan perahu.
Ada sebuah bandara di pulau Sipura, tapi sangat kecil dan umumnya tidak dapat diandalkan. Namun perjalanan 'berat' Anda akan sepadan setelah Anda sampai di sana, karena sekali datang, Anda justru tak ingin pulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
3 Moisturizer Wardah Mengandung Niacinamide, Hempas Noda Hitam dan Kulit Cerah Merata
-
Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya dan Gus Baha, dari Puasa hingga Salat Tasbih
-
Kenapa Dianjurkan Minum Susu Putih Saat Malam 1 Muharram? Ini Makna dan Doanya
-
Cara Membuat Lilin Darurat saat Mati Lampu, Cukup Pakai Bahan yang Ada di Rumah
-
Promo Alfamart Terbaru 14 Juni 2026: Diskon Scora, Sunsilk, Kahf, Rinso, hingga MamyPoko
-
1 Muharram dan 1 Suro Apakah Sama? Begini Asal-usul dan Perbedaannya
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy
-
Beda Fixing Spray dan Setting Spray: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Fungsinya
-
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
-
Lirik Lagu Menteri Durmagati dan Maknanya, Karya Satir Politik dari Grup Musik Ponorogo