Suara.com - Ingin menjajal lezatnya daging kepiting tebal yang dipesan langsung dari Papua? Cranky Crab mungkin menjadi tempat yang tepat.
Di Jakarta, resto yang khusus menyajikan menu kepiting ini memiliki dua gerai, yakni di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara dan di bilangan Wijaya, Jakarta Selatan.
Beberapa waktu lalu, suara.com berkesempatan menjajal Cranky Crab cabang Kelapa Gading. Tekstur daging yang tebal kepiting Papua yang menjadi menu andalan di Cranky Crab menghadirkan kelezatan tersendiri saat mendarat di lidah.
"Dagingnya tebal dan lezat serta tidak kopong," ujar Sales and Marketing Cranky Crab, Dea Nofita.
Kepiting Papua itu disajikan langsung di atas meja tanpa piring. Hal ini sesuai konsep 'Sharing is Caring' yang diusung Cranky Crab.
"Tanpa alas piring membuat menu kepiting bisa dinikmati bersama sahabat atau keluarga. Dan tentunya berbagi menjadi momen menyenangkan bersama orang terdekat," imbuh Dea.
Benar saja, saat saya mengunjungi resto yang beralamat di Boulevard Raya QF No 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, banyak pengunjung yang menikmati sajian menu kepiting bersama orang-orang terdekatnya.
Atmosfer cozy dengan penerangan yang sempurna sengaja dihadirkan untuk menambah kenyamanan pengunjung menyesapi daging di sela-sela cangkang kepiting yang tebal.
Tak perlu takut kotor demi merasakan nikmatnya sajian kepiting asal Papua ini. Pasalnya, setiap pengunjung akan diberikan celemek untuk menghindari belepotan akibat terlalu aktif 'menggagahi' sajian kepiting.
Berita Terkait
-
10 Promo 17 Agustus 2026 di Restoran Mal, Ada Paket Makan Hemat Rp45 Ribuan
-
Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik