Suara.com - Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju dan ketergantungan masyarakat di Indonesia dengan ponsel pintarnya, mempengaruhi beberapa perubahan perilaku sosial.
Salah satunya adalah dalam mencari jodoh. Saat ini, menurut Violet Liem, Co-Founder dan CEO Lunch Actually Group, banyak lajang yang memanfaatkan dunia maya sebagai ajang mencari pasangan hidup.
"Mereka terlalu sibuk, tak ada waktu untuk sekedar memikirkan atau mencari pasangan. Ditambah lagi oleh penetrasi internet di Indonesia mencapai lebih 30 persen dari total penduduk Indonesia. Inilah yang membuat akhirnya dating online di Indonesia menjamur," jelas dia dalam peluncuran eSynchrony platform, layanan online-offline terbaru pencarian jodoh, di Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Violet juga menambahkan, tren dating online yang akan masih terus tumbuh ini bahkan memiliki pengikut rata-rata hampir 2.000 anggota. Bahkan, kata dia, kini banyak para lajang yang tak malu-malu lagi mengaku sedang mencari jodoh melalui online.
Ini dikarenakan, tambah Violet, seiring dengan perkembangan zaman, mencari jodoh yang tepat melalui online disebut sebagai kebiasaan yang modern.
"Karena tingginya tuntutan dunia pekerjaan, banyak lajang di Jakarta menghabiskan seluruh waktu mereka untuk pekerjaan. Terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka sulit bertemu orang baru. Jadi tak ada masalah jika mereka memanfaatkan dating online," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya