Suara.com - Masalah disfungsi ereksi (DE) merupakan momok bagi kaum lelaki karena dapat memengaruhi keharmonisan hubungan dengan pasangan. Dan untuk mengembalikan kejantanannya, kaum lelaki rela melakukan segala cara.
Salah satunya dengan mengonsumsi obat-obatan oral seperti pil biru atau dengan tindakan pembedahan. Meski hasilnya bisa dirasakan secara langsung, pengobatan disfungsi ereksi yang konvensional ini belakangan terungkap memiliki efek samping.
"Penggunaan obat oral untuk disfungsi ereksi hanya bekerja saat Anda meminum obat tersebut, namun kerusakan jaringan erektil yang memicu DE menjadi pulih. Efek sampingnya juga sangat banyak seperti nyeri kepala, nyeri pinggang serta tekanan darah menurun," ujar dr. Nouval Shahab,Sp.U, PhD dari RS Premier Jatinegara belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya cara mengatasi masalah disfungsi ereksi adalah mengobati hingga ke akarnya. Dalam artian, kerusakan jaringan erektil dalam organ penis harus dipulihkan sehingga aliran darah menuju penis bisa kembali normal.
Metode terkini yang bisa menyelamatkan kehidupan seksual penderita disfungsi ereksi, tambah dia, adalah metode 'Extracorporeal Shock Waves for Sexual Therapy atau ESST.
ESST merupakan terobosan terkini terapi non invasive, yang mampu memperbaiki peredaran darah yang masuk ke dalam penis. Cara pengobatannya pun tidak menyakitkan, yaitu dengan menempelkan alat ESST di lima titik penis, yaitu batang, puncak, tengah hingga akar.
Waktu yang dibutuhkan untuk metode ini, bisa dibilang tak sebentar yakni 9 minggu. Namun, pasien disfungsi ereksi sudah dapat melihat hasilnya pada minggu keempat. Bahkan dengan metode ini pasien tak harus lagi menggunakan obat-obatan oral untuk mempertahankan ereksi.
"Dengan perawatan 12 kali selama 9 minggu, kerusakan jaringan erektil akan dipulihkan sehingga pasien harapannya tak lagi tergantung dengan obat-obatan. Kepuasan seksual pun meningkat," imbuhnya.
Namun, Nouval mengingatkan agar pasien yang telah melakukan terapi ESST tetap menjaga pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko disfungsi ereksi.
"Memang tidak ada jaminan setelah melakukan perawatan ini disfungsi ereksi tak akan kambuh lagi. Oleh karena itu pasian harus tetap menjalani gaya hidup sehat seperti makan-makanan sehat, tidak merokok atau minum alkohol, dan melakukan aktivitas fisik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pengakuan Hiperseks DJ Panda Kembali Viral, Kenali Jalan Menuju Kesembuhan Total
-
Thariq Dituding Punya Masalah Seksual, Aaliyah Pasang Badan: Yang Tahu Istrinya
-
Kenali 5 Jenis Gangguan Seksual Pada Pria dan Wanita, Bisa Jadi Penyebab Mandul
-
Mimi Peri Ogah Nikah Seumur Hidup karena Impotensi: Daripada Aku Nyakitin Orang Lain
-
Banyak Pria Pakai Obat Kuat Cuma Demi Senang-Senang, Dokter Peringatkan Bahayanya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali