Suara.com - Memiliki pasangan yang terlalu menuntut? Jika ya, ini bisa menjadi mimpi buruk ketika Anda seranjang dengannya.
Pasalnya, menurut sebuah studi terkini dari University of Kent, kepribadian perfeksionis yang salah satunya ditandai dengan menuntut, dapat mengancam kehidupan seksual pasangan.
Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 366 perempuan berusia 19-30 tahun, peneliti menemukan, salah satu efek dari memiliki pasangan yang perfeksionis adalah disfungsi seksual.
"Penelitian ini membuktikan bahwa penyebab dari penurunan gairah perempuan dalam berhubungan seks tak selalu dipicu oleh hormon atau obat-obatan kimia. Kepribadian pasangan juga dapat memicu hal ini," ujar peneliti Laura N. Harvey.
Lebih lanjut peneliti mengatakan, komunikasi yang terjalin antara pasangan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kehidupan seks pasangan. Oleh karena itu jika seorang perempuan memiliki tipe pasangan yang perfeksionis maka diimbau untuk berpikir ulang bertahan dengan pasangan.
"Memang benar bahwa hormon memainkan peran dalam meningkatkan fungsi seksual, namun pengaruh yang lebih besar justru diperoleh dari lingkungan sekitarnya," imbuh peneliti.
Studi sebelumnya telah mengidentifikasi beberapa indikator dari kepribadian perfeksionis. Beberapa diantaranya adalah menuntut, memaksa dan melakukan sesuatu hanya untuk kepuasan dirinya.(Medicaly Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?
-
BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi
-
Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
-
Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional
-
Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton
-
Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas
-
Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?
-
Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah