Suara.com - Bus, mungkin bagi sebagian orang terkesan udik. Tapi tetap saja ada sekelompok orang yang lebih memilih naik bus saat bepergian. Dan sebagian orang lainnya bahkan sangat fanatik pada bus.
Bukan karena mereka 'ndeso' sehingga tak memilih menggunakan pesawat terbang, namun sekelompok orang yang menamai dirinya komunitas Bismania Community ini benar-benar tergila-gila dengan kendaraan berbadan bongsor itu.
Bagi Lang Widya PW, yang kini didapuk sebagai Sekjen Bismania Community, ia tak hanya menilai bus sebagai alat transportasi yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Lebih dari itu ia dan anggota Bismania Community menyukai Bis dari berbagai aspek seperti tampilan, interior hingga teknis mesinnya.
Untuk itu ia selalu meluangkan waktu bepergian beramai-ramai dengan teman atau keluarga menggunakan bus.
"Alasan kesukaan bisa bervariasi antar anggota tapi benang merahnya adalah suka dengan bis, nggak harus sering menggunakan tapi kalau dia suka bus dia sudah bisa disebut penggemar bus," ujar Lang ketika ditemui di Ji Expo Kemayoran belum lama ini.
Lang bercerita, komunitas Bismania lahir dari sebuah blog. Awalnya beberapa orang yang disebut pencetus, membagi pengalaman mereka saat menumpang bus antar kota dalam sebuah blog.
"Hingga akhirnya mereka menyadari bahwa penggemar bus cukup banyak di Indonesia dan akhirnya diresmikan menjadi komunitas pada 2008," Lang bercerita.
Dibentuknya komunitas ini, lanjut Lang, bertujuan untuk mewadahi kecintaan orang terhadap bus dan membagikan pengalaman mereka saat menaiki tipe bus tertentu dengan tujuan yang berbeda-beda.
"Saat diskusi kita bisa saling bertukar pengalaman dan me-review kekurangan dan kelebihan sebuah bus. Cerita-cerita menarik di baliknya menjadi bumbu tersendiri untuk mendekatkan sesama anggota," imbuhnya.
Bahkan, tiket bus pun menjadi barang klangenan pencinta bus. Menurut Lany, ada anggota Bismania Community yang hobi menyimpan tiket bus yang pernah dinaikinya hingga kini sudah mencapai ratusan lembar. Padahal tak sedikit tiket itu terbuat dari kertas dan mudah lecek.
Seperti komunitas pada umumnya, Lang mengatakan bahwa Bismania rutin menggelar kopdar (pertemuan) dengan para anggota Bismania Community di korwil-korwil di mana mereka tinggal. Komunitas yang anggotanya sudah tersebar hingga ke-delapan provinsi ini bahkan juga memiliki agenda Jambore Nasional tahunan untuk mempertemukan anggota Bismania Community se-Indonesia.
"Saat Jambore Nasional anggota dari 8 Provinsi seperti Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara berkumpul nggak hanya senang-senang tapi kita juga memberikan edukasi dan melakukan program sosial," tambahnya.
Selain sebagai ajang untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman seputar bis, Bismania Community juga menjadi wadah bagi anggotanya untuk menyalurkan hobi fotografi. Apalagi mereka juga kerap menggelar lomba fotografi bis untuk para penggila bus.
"Tapi tentu saja kita edukasi untuk tetap beretika agar tidak mengganggu konsentrasi supir atau kenyamanan penumpang lainnya saat memotret," tambah Lang.
Sejak 8 tahun berdiri, anggota Bismania Community menurut Lang sudah tak terhitung jumlahnya. Bahkan pada Jambore 2015 lalu saja, anggota yang hadir mencapai 1400 orang baik lelaki maupun perempuan.
Lang dan anggota Bismania berharap agar minat masyarakat untuk menaiki bus bisa dibangkitkan lagi karena dapat memuat penumpang dalam jumlah besar dan menjadi salah satu solusi mengurangi kemacetan. Ia juga berharap masyarakat menyadari bahwa jalan merupakan milik bersama sehingga dapat saling menghormati sesama pengguna lainnya.
"Kita juga tengah aktif mengampanyekan Jalan Raya Milik Bersama agar pengguna jalan tidak seenaknya menyerobot dan memperhatikan keselamatan berkendara," pungkasnya.
Jika Anda juga menggemari bis seperti Lang dan anggota Bismania Community lainnya, Anda bisa bergabung bersama mereka dengan mendaftar di Fanpage Facebook mereka di Bismania Community.
Berita Terkait
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
-
Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata
-
Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan