Sebagai orang yang mewakili Indonesia dalam kontes Miss Earth, ia ingin memainkan peran sebagai manusia Indonesia yang peduli pada lingkungan. Ia berusaha sebisa mungkin mewujudkan kepeduliannya pada lingkungan dalam gaya hidup kesehariannya maupun pekerjaannya.
Dan ia merasa beruntung mendapat kepercayaan dari berbagai kalangan masyarakat menjadi narasumber, public speaker, dan motivator untuk isu-isu lingkungan.
"Kalau tidak sedang sibuk menangani LeafPlus, konsultan komunikasi lingkungan yang saya dirikan, saya bisa ditemui seliweran di berbagai gerakan dan kampanye lingkungan publik," ujar Nadine yang bersama sejumlah komunitas berhasil mendorong pemerintah menggolkan kebijakan kantung plastik berbayar ini.
Namun dalam mengampanyekan gerakan cinta lingkungan, Nadine tak ingin terlalu ekstrem. Ia ingin mencari cara jalan tengah, di mana orang masih merasa nyaman sementara alam tak terlalu banyak menanggung beban. Ia melihat masih ada gap yang harus dirubuhkan.
"Makin banyak orang yang tahu bahwa alam dalam kondisi bahaya, tapi mereka masih bingung apa aksi yang harus dilakukan. Saya mencoba menjembatani ini," ujar perempuan yang akan segera mendalami ilmu Manajemen Lingkungan di Yale University ini.
Padahal menurutnya, pelestarian lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti misalnya dari pemilihan benda-benda yang kita konsumsi sehari-hari. Kalangan menengah, ujarnya, memiliki posisi yang sangat kuat.
"Jika mereka mau memilih benda-benda yang diproduksi secara ramah lingkungan, ini akan menjadi tekanan yang kuat bagi para pengusaha untuk berubah," ujar perempuan yang suka melakukan wisata alam ini.
Dan jika kalangan menengah ini satu kata, menurutnya, maka akan lebih mudah bagi gerakan pelestarian lingkungan untuk menyentuh masyarakat yang lebih luas. Ia melihat saat ini, makin tumbuh sense of urgency untuk melakukan perubahan radikal dalam cara bernegara, berbisnis, maupun melangsungkan kehidupan sehari-hari.
"Fakta menunjukkan pola-pola lama telah menghasilkan kerusakan lingkungan yang hebat dan mengancam kehidupan manusia sendiri. Saya rasa, mayoritas orang sudah mengetahui hal ini, tapi apakah artinya mereka mau berubah? Itu lain ceritanya," ujarnya gemas.
Dalam konteks Indonesia yang menjadi concern adalah kecenderungan kita untuk mengikuti jalur pembangunan ala barat yang sudah terbukti tidak berkelanjutan dan mengorbankan lingkungan. Padahal menurutnya, kita bisa memotong jalur ini dan mencoba mencari jalan sendiri sebelum semua terlanjur rusak.
Tag
Berita Terkait
-
Wawancara Eksklusif: Suara dari Myanmar Jurnalis Melawan di Tengah Represi
-
Kahiyang Ayu Tanam Pohon di Tahura, Dukung Pelestarian Lingkungan
-
Pariwisata Masa Depan: Contoh Sukses Sport Tourism Berkelanjutan di Bali
-
3 Tahun UU TPKS: Pemerintah Tak Becus, Kasus Kekerasan Seksual Masih Marak!
-
GEF SGP Gaet Dukungan KBRI Belgia untuk Promosi Produk Lokal Berkelanjutan
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Cara Cek Bansos PKH-BPNT 2026, Ini Kriteria Penerima dan Jadwal Pencairannya
-
Berapa Skor TOEFL untuk Daftar LPDP 2026? Ini Ketentuan Lengkapnya
-
Mudik Gratis Jasa Raharja 2026 Kapan Dibuka? Simak Informasinya
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Jangan Lewatkan Tanggal Pintu Ampunan Dibuka
-
5 Bedak untuk Tutupi Garis Halus di Usia 55 Tahun, Wajah Jadi Tampak Muda
-
Mudik Gratis 2026 Banten Dibuka saat Ramadan: Ini Jadwal, Syarat, dan Rutenya
-
Apakah Bansos Masih Lanjut di Tahun 2026? Ini Daftar Bantuan yang Cair Bulan Januari
-
6 Rekomendasi Sunscreen Non Alkohol yang Minim Risiko Iritasi untuk Kulit Usia 45 Tahun
-
Syarat LPDP 2026 Apa Saja? Ini Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan
-
Jadwal Puasa Syaban 2026, Lengkap dengan Niat dan Malam Nisfu Syaban