Suara.com - Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata remaja masjid? Mungkin Anda membayangkan para remaja yang rajin ke masjid, berkerudung atau berpeci. Dan, mungkin ada di antara Anda yang menganggap bahwa remaja masjid 'kurang gaul' atau tak mau tersentuh dengan budaya pop?
Anggapan di atas ternyata tak sepenuhnya benar. Apalagi jika kita membahas Remaja Islam Masjid Cut Meutia atau sering disingkat RICMA. Beberapa tahun terakhir nama remaja masjid ini begitu populer, terlebih ketika Ramadan tiba.
Ini, karena mereka sangat kreatif mengajak anak muda untuk bergumul di masjid dan melakukan serangkaian dakwah yang segar dan tidak menggurui. Bertemu dengan para anggota RICMA, sangat beda dengan stereotipe yang mungkin kita kenal selama ini.
Mereka sangat ngepop, dan kegiatan-kegiatan islami yang mereka dengungkan selama bulan penuh berkah ini juga agak berbeda.
Sebut saja Gema Ramadan dan Ramadan Jazz Festival.
“Kegiatan selama bulan Ramadan yang kami adakan ini sejalan dengan visi RICMA, yakni menjadi wadah untuk masyarakat dan remaja masjid untuk melakukan kegiatan yang positif selama bulan suci Ramadan,” ujar M.Sukarno Hatta, Ketua Umum RICMA.
Gema Ramadan 1437 H yang dihelat RICMA kali ini mengangkat tema “Ramadan Berani” sebagai wujud dari sikap pemuda Islam terhadap radikalisme yang belakangan terjadi di tanah air.
"Dengan Berani, terselip upaya persuasif yang akan kami lakukan selaku remaja masjid untuk mengajak khalayak agar tidak takut dan lebih bijak menyikapi persoalan global mengenai radikalisme," imbuhnya.
Rangkaian kegiatan Gema Ramadan tahun ini meliputi Seminar Remaja Masjid se-DKI Jakarta, Lebaran untuk Mereka, RICMA Fair, Kampus Nite, RICMA Camp, dan ditutup dengan Jakarta Fashion Islamic Guide yang turut menggandeng HijUp.
Ramadan Jazz Festival
Selain serangkaian Gema Ramadan, RICMA juga menghadirkan kembali Ramadan Jazz Festival. Ini merupakan tahun ke-enam gelaran ini dihelat. Kali ini mengusung tema Harmony in Culture of Islam.
Deo Saputra selaku Project Officer the 6th Ramadan Jazz Festival mengungkapkan, remaja merupakan salah satu target dakwah yang cukup sulit dirangkul menggunakan cara-cara yang tradisional.
Perlu kemasan yang lebih menarik, agar para remaja mau mempelajari nilai-nilai Islam dan memasukkannya ke dalam perilaku sehari-hari. Untuk itulah, RICMA bekerjasama dengan Warta Jazz menginisiasi kegiatan Ramadan Jazz Festival.
"Tema Harmony in Culture of Islam sendiri memang sengaja kami angkat untuk meningkatkan kepekaan terhadap setiap orang bahwa budaya Islam adalah budaya yang cinta perdamaian dan dapat menjadi suatu harmoni yang baik dengan budaya lainnya. Kami berharap dengan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam musik, yang sangat digemari oleh para remaja, dapat menjadi bentuk dakwah kami,” ujar Deo menambahkan.
Lebih lanjut Deo menjelaskan, pada lima gelaran sebelumnya pihaknya selalu percaya bahwa musik melalui salah satu alirannya, Jazz, mampu menjadi pengantar pesan-pesan yang baik kepada manusia.
"Untuk itulah bertempat di Pelataran parkir Masjid Cut Mutia, Ramadan Jazz Festival akan kembali dihelat pada 17 dan 18 Juni mendatang," ungkapnya.
Ramadan Jazz Festival tahun ke-6 ini akan dimeriahkan oleh musisi-musisi Jazz kenamaan dalam negeri. Beberapa nama seperti Ecoutez dan Barry Likumahuwa dipastikan memeriahkan gelaran ke-6 ini. Musisi legendaris Indonesia, Idang Rasjidi rencananya juga akan tampil bersama gitaris Oele Pattiselanno.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan Jazz Festival masih akan terus bernafaskan sosial, di mana pada tahun ini akan kembali diadakan donor darah yang digerakkan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) yang nantinya akan digunakan oleh yang membutuhkan. Jadi, jangan lewatkan Ramadan Jazz Festival pekan depan ya!
Berita Terkait
-
Lebih dari Ruang Curhat, Persulungan Hadir sebagai Wadah Belajar dan Bertumbuh bagi Anak Sulung
-
Semangat Kebersamaan dan Interaksi Bermakna Warnai Nadaloka 2026
-
Fandom Mark Lee Salurkan 5 Hewan Qurban untuk 300 Warga Pelosok Jawa Barat
-
Persulungan, Ruang Aman dan Tumbuh bagi Mereka yang Terlahir sebagai Anak Sulung
-
IPONE Tantang Jalur Ekstrem Bogor Hujan Trail 2026 Dukung Komunitas Motor Offroad
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru
-
Apa Itu Tapa Bisu? Tradisi yang Dilakukan Setiap Malam 1 Suro
-
Perlukah Pakai Bedak Tabur usai Pakai Cushion? Ini Saran MUA agar Makeup Tahan Lama
-
5 Lip Serum untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah, Bisa Melembapkan dan Mencerahkan
-
Rekam Jejak Said Iqbal, Sang Tokoh Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Handbody Apa yang Mengandung Kolagen? Ini 5 Pilihan Murah yang Dapat Review Bagus
-
5 Skincare Andalan Asha Assuncao "Terikat Janji" untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
-
Kurangi Emisi Tak Selalu Butuh Teknologi Baru: Pelajaran dari Arsitektur Vernakular di Indonesia
-
3 Maskara Andalan Davina "Terikat Janji" agar Bulu Mata Lentik dan Panjang di Depan Kamera
-
3 Produk Lipstik Andalan Asha Assuncao, Bibir Jadi Plumpy Ala Davina 'Terikat Janji'