Suara.com - Lagi-lagi Wonderful Indonesia sukses memboyong dua award (penghargaan) dari Travel Tourism Exhibition di Sydney, Australia. Kemenangan ini semakin lengkap, setelah sebelumnya juga mendapat “The Most Beautiful Diving Destination” di Taiwan.
Dua penghargaan di Sydney itu berdasarkan kategori “Best Innovative Stand” dan “10 Sqm (square metre/meter persegi) & Over”.
“Wonderful Indonesia mendapatkan dua penghargaan dari Travel Tourism Exhibition di Sydney. Kita sukses mengalahkan Malaysia dan Thailand,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana, Sydney, Rabu (20/7/2016).
Di Sydney, dua pesaing utama Indonesia, Malaysia dan Thailand dipaksa pulang dengan tangan kosong. Keduanya tidak mendapat penghargaan yang bisa dibawa pulang. Bahkan berdasarkan pengamatan, booth (stan) keduanya sepi. Sangat kontras bila dibandingkan dengan Wonderful Indonesia.
Tim Wonderful Indonesia sendiri memboyong para penari dari Bandung World Ethnic dan Jember Fashion Carnaval. “Even ini sangat strategis bagi Indonesia, karena pasar Australia merupakan pasar utama penyumbang jumlah wisman (wisatawan mancanegara) terbesar. Award ini bisa menjadikan tumpangan untuk mempopulerkan destinasi wisata Indonesia.,” tambah Pitana.
Baginya, kompetisi dan penghargaan seperti ini memiliki makna penting, baik secara internal maupun eksternal. Untuk internal, kualitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) harus ditingkatkan, terutama dalam hal keramahan. Sementara untuk eksternal, kedua hal tersebut diharapkan akan mendongkrak kredibilitas Indonesia di dunia internasional.
”Kebanggaan dan prestasi itu bisa menularkan virus kompetisi internal kita, pengelola destinasi, pelaku bisnis, seniman, pemerhati, dan semua pihak yang peduli pada bidang pariwisata. Semakin ketat kompetisi, semakin banyak karya yang bisa dipromosikan ke mancanegara," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asnawi Bahar, menyatakan setuju dengan Pitana. Dengan brand equity (promosi) yang kuat, Wonderful Indonesia diyakini akan mudah mendapatkan banyak manfaat.
“Indonesia akan makin masuk dalam consideration set (bahan pertimbangan) para turis yang mau memilih destinasi," ujarnya.
Hal lain yang bisa didapatkan, lanjut Asnawi, country branding pariwisata Indonesia akan menjadi makin tajam, sesuai dengan kategori penghargaan yang diperoleh. “Dampaknya bukan hanya pada jumlah turis dan kunjungan yang akan datang, tapi juga spending (jumlah yang dibelanjakan)-nya ketika berada di Indonesia," tambah Asnawi.
Di tempat terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menyebut, prestasi demi prestasi seperti ini akan semakin memperkuat branding Wonderful Indonesia di mancanegara. Brand value (nilai promosi) pariwisata Indonesia yang semakin besar, tak hanya akan menghasilkan probabilitas kunjungan lebih banyak, tapi juga membuat nilai atau harga satuan di destinasi tersebut semakin tinggi.
"Reputasi itu penting, dan kemenangan-kemenangan seperti ini menjadi berarti," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan