Suara.com - Sebagai salah satu program reality show yang cukup populer, kehadiran The Amazing Race Asia tentu sudah ditunggu-tunggu oleh banyak penggemarnya. Dan spesialnya, pada musim kelima ini, kompetisi dan pertandingan yang akan dilakukan oleh 11 tim yang sudah terpilih, akan lebih banyak dilakukan di Indonesia.
Ini dikarenakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang dikenal dengan 'Wonderful Indonesia' menjadi salah satu sponsor dalam acara yang sudah memenangkan penghargaan Emmy Awards sebanyak 10 kali ini. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk promosi kekayaan, serta keunikan pariwisata Indonesia kepada dunia.
"Ini terobosan baru dari Kemenpar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Kita semua tahu, bahwa ini adalah acara adventure show paling keren," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam peluncuran The Amazing Race Asia Musim kelima di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis, (28/7/2016).
Menurut Arief, dari 10 episode The Amazing Race Asia Musim Kelima, ada lima episode yang dilakukan di dalam negeri, di mana nantinya akan memperlihatkan keindahan dan keunikan lima kota di Nusantara. Sayangnya, lima kota tersebut masih menjadi rahasia dan belum boleh dipublikasikan.
Meski begitu, Menpar Arief menjamin kota-kota terpilih akan menyajikan alam dan keindahan yang berkelas dunia. Sehingga ia pun optimis menargetkan media value sebesar 25 juta dolar pada acara The Amazing Race Asia kali ini.
"Media value saya bulatkan sebesar 25 dolar. Itu dari TVC, dari programnya sendiri. Akan lebih besar lagi jika kita broadcasting di televisi free to air. Ini terobosannya, jadi jutaan orang Indonesia bisa nonton juga nanti. Untuk memilih destinasi, kita ambil lima dari 'top ten' destinasi yang sudah punya branding di Indonesia," ungkap dia.
Senior Vice President dan General Manager, Sony Pictures Television Networks, Asia Ang Hui Keng menambahkan Indonesia merupakan salah satu tujuan wisata yang spektakuler di dunia. Sehingga selain menghibur, pihaknya ingin menjadi wadah dan inspirasi liburan yang ideal bagi traveler.
Nantinya, ada dua tim dari Indonesia akan bersaing melawan sembilan tim lainnya yang berasal dari Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Satu tim terdiri dari dua peserta yang akan bertanding selama satu bulan untuk menjelajah dunia dan berkompetisi untuk merebutkan hadiah sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat.
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan