Suara.com - Penggunaan earphone untuk mendengarkan musik selalu menjadi pilihan bagi para pengguna gawai saat ini. Namun sayangnya terlalu sering mendengarkan musik melalui earphone juga berefek buruk bagi indra pendengaran.
Nah, untuk memberikan solusi agar terhindar dari risiko negatif pada indra pendengaran, dua siswa Sekolah Dasar (SD) Yuwati Bhakti, Sukabumi, Jawa Barat, berhasil menciptakan pengeras suara gawai yang ramah lingkungan.
Satrio Putro Harijadi dan Jeremy Dominic Adestus Gerungan memang masih duduk di bangku kelas 6, tapi mereka berhasil menciptakan karya baru yang bisa diterapkan oleh banyak orang.
Salah satu pemenang terbaik Kalbe Junior Scientist Awards 2016 ini menggunakan pipa paralon untuk mengarahkan dan memantulkan bunyi sehingga suara ponsel bisa terdengar lebih keras. Alat ini juga dapat digunakan sebagai hiasan, karena dapat berfungsi sebagai dudukan ponsel sekaligus pengeras suara.
Ingin mempraktikkan sendiri membuat speaker ramah lingkungan ini, berikut caranya seperti dijelaskan Satrio dan Jeremy.
Bahan dan Alat:
1. Pipa paralon bekas
2. Gergaji
3. Cutter
4. Bor
5. Amplas
Tahap pembuatan:
1. Potong paralon bekas sepanjang 20 cm.
2. Buat lubang dari matabor 3.5 mm, 6.0 mm, dan 8.0 mm.
2. Lalu bersihkan dengan amplas agar sisanya rata dan sama.
3. Pasang knee di kedua sisi pipa untuk memantulkan suaranya.
4. Masukkan ponsel untuk memastikan ukurannya pas. Usahakan tidak terdapat celah atau lubang di tempat ponsel berada.
5. Speaker sudah siap digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan