Selain itu, keberadaan Garuda Indonesia di Terminal 3 diyakini dapat menaikkan daya saing, meningkatkan branding Garuda Indonesia, dan membawa nama perusahaan transportasi pelat merah tersebut ke kancah internasional.
AP II dan Garuda Indonesia mengimbau para penumpang untuk berangkat ke bandara lebih awal dan memperhatikan petunjuk, demi kelancaran keberangkatan dan menghindari keterlambatan penerbangan.
Angkasa Pura II merupakan badan usaha milik negara (BUMN) di bidang pelayanan jasa kebandarudaraan di wilayah Indonesia barat, yang telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng, yang kini berubah nama menjadi Bandara Internasional Jakarta Soetta dan Bandara Halim Perdanakusuma sejak 13 Agustus 1984.
Saat ini, Angkasa Pura II mengelola 13 bandara, yakni Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), dan Silangit (Tapanuli Utara).
Maskapai nasional berpredikat bintang lima ini melayani penerbangan ke 80 destinasi di seluruh dunia dan berbagai lokasi eksotis di Indonesia. Dengan 600 penerbangan per hari dan mengoperasikan lebih dari 190 armada, Garuda Indonesia diharapkan memberikan pelayanan terbaik melalui “Garuda Indonesia Experience”, yang mengedepankan keramahtamahan dan kekayaan budaya Indonesia.
Sejalan dengan program “Excellent Services” yang dilaksanakan pada Juli 2016, Garuda Indonesia kembali meraih penghargaan sebagai “World’s Best Cabin Crew 2016” dari Skytrax, lembaga independen pemeringkat maskapai global. Predikat tersebut merupakan yang ketiga kalinya diraih Garuda Indonesia sejak 2014
Sejak Maret 2014, Garuda Indonesia merupakan bagian dari SkyTeam, sebuah aliansi global yang beranggotakan 20 maskapai, yang menawarkan jaringan global dengan lebih dari 16.320 penerbangan setiap harinya ke 1.052 destinasi di 177 negara.
Tag
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar NHI Bandung, Kolaborasi Kemensos dan Kemenpar
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi
-
Sulteng Dibidik Jadi Pasar Wisatawan China, Kemenpar Dukung Penerbangan Langsung ke Palu dan Luwuk
-
Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata
-
Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?