Suara.com - Gaung Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2016, di Sumatera Utara (Sumut), semakin menyita perhatian. Tak hanya Presiden RI, Joko Widodo, sembilan menteri dan tiga pimpinan lembaga tinggi negara juga turut hadir di sana.
Mereka semua akan menyaksikan konser dan karnaval yang menjadi bagian KKPDT 2016. Acara konser sendiri digelar di Parapat, Kabupaten Simalungun pada 20 Agustus, sedangkan karnaval dilangsungkan di Balige, Kabupaten Tobasa, sehari setelahnya.
Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Raseno Arya, mengatakan, kesembilan menteri yang sudah mengkonfirmasi dan memastikan hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pariwisata, Kepala Staf Kepresidenan, Wakil Sekretaris Kabinet, Deputi Bidang Kemaritiman Sekretaris Kabinet, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet Sekretaris Kabinet, dan Staf Khusus Presiden.
"Rombongan akan hadir dan mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Rencananya, para menteri juga akan hadir pada Rapat Terbatas Poros Maritim, yang diadakan di Hotel Inna Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sabtu 20 Agustus 2016, dipimpin langsung presiden. Pada malam harinya, pukul 19.30, presiden dan para menteri langsung membuka KKPDT 2016 dan Festival Panggung Terapung di Pantai Bebas, Danau Toba," kata Raseno.
Karnaval, konser, dan pesta rakyat tahun ini terasa lebih meriah. Tahun lalu, jumlah menteri yang datang tidak sebanyak KKPDT 2016.
Karnaval 2015 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), hanya dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, Kapolri Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Kepala Bappenas, Sofyan Djalil dan Gubernur Kalbar, Cornelis MH.
Tahun Ini Jumlah Penumpang Melalui Parapat Naik
Danau Toba atau yang biasa disebut "Dato" sedang uforia. Setelah ditetapkan sebagai satu dari 10 top destinasi prioritas di Indonesia, banyak wisatawan memilih terbang melalui Bandara Silangit, yang terletak di Tapanuli Utara. Lama perjalanan hanya 1,5 jam menuju Parapat.
Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandar Udara PT Angkasa Pura II (Persero), Ituk Herarindri, mengungkapkan, pada 2015, jumlah penumpang yang terbang melalui Bandara Silangit terhitung hanya sekitar 17.000 penumpang. Namun pada 2016, dalam satu bulan terakhir, jumlah penumpang yang melalui bandara tersebut sudah mencapai 15.000 penumpang.
"Jadi, sampai akhir tahun pasti akan lebih dari kapasitas yang ada saat ini, 35.000 penumpang. Sekarang ada Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Wings Air, dan Susi Air," kata Ituk menjelaskan kepada Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, di Silangit, Jumat (19/8/2016).
Pengembangan Bandara Silangit sendiri merupakan hasil kerja sama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan AP II, dimana Kemenpar mengembangkan destinasi wisata, sementara AP II mengembangkan bandara dan membantu konektifitas udara ke beberapa kota.
"Ini berkat Kemenpar, yang sangat gencar menjadikan Danau Toba sebagai destinasi utama! Luar biasa. Rata-rata per hari, lebih dari 300 orang mendarat di Silangit, dan terus bertumbuh pesat," ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi saat ini, AP II tengah mengembangkan perbaikan dan perpanjangan runway Bandara Silangit, termasuk pembangunan terminal penumpang.
"Nanti, kapasitas penumpang akan menjadi 100.000 per tahun. Kalau terminal sendiri, kita targetkan akan selesai pada Desember 2016," katanya.
Sementara untuk pelapisan runway, Ituk menjelaskan, akan selesai pada Maret 2017, sedangkan perpanjangan runway akan selesai pada Juli 2017. Saat ini ukuran runway 2.400 meter (m) dan akan diperpanjang menjadi 2.650 m.
"Saat ini, dengan kapasitas runway yang dimiliki di Silangit, pesawat paling besar yang bisa mendarat adalah jenis 737-500. Kalau sudah 2.650 m, jenis 737-900 bisa mendarat di sini. Lebarnya juga akan diperbesar hingga 45 m, dari yang sekarang masih 30 m," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
-
Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup
-
Menteri PPPA Sentil Pemkab Sampang Usai Kasus 27 Predator Anak: Perkuat Gugus Tugas!
-
Tinggalkan Arsenal, Leandro Trossard Gabung Besiktas dengan Kontrak 3 Tahun
-
5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat