Suara.com - Terungkapnya prostitusi gay online, menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa jaringan prostusi sangat rentan dan mudah menyasar para pelajar sebagai kalangan yang akrab dengan media sosial.
"Media sosial masih longgar dimanfaatkan untuk kepentingan apa saja, termasuk bisnis prostitusi yang mudah menyasar para pelajar," kata sosiolog kriminal Universitas Gadjah Mada Suprapto, Minggu (4/9/2016).
Suprapto mengatakan, saat ini hampir sebagian besar pelajar telah memiliki akun di media sosial. Di sisi lain para sindikat pristitusi juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang praktis dan murah untuk melancarkan aksinya.
"Bagi sindikat prostitusi, banyaknya remaja pengguna media sosial bagai gayung bersambut saja. Dengan satu akun mereka bisa melakukan pertemanan dengan banyak pengguna media sosial," katanya.
Menurutnya, melalui sarana media sosial, pelaku prostitusi juga mudah saja melakukan pendekatan dengan menggunakan bahasa yang akrab di kalangan remaja disertai iming-iming yang menggiurkan.
Pelajar, ujarnya, apalagi masih setingkat SMP mudah dibujuk dengan iming-iming uang banyak.
Kasus prostitusi anak di Kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang berhasil terkuak beberapa waktu lalu, menurut Suprapto, menjadi bukti bahwa media sosial menjadi sarana favorit pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
"Medsos ini bagai pisau bermata dua, bisa untuk keperluan positif dan negatif sekaligus," katanya lagi.
Ia berharap, aparat kepolisian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat memberikan rumusan secara khusus dalam upaya penanganan, sehingga berbagai unggahan atau iklan di media sosial yang menjurus pada prostitusi atau perdagangan orang bisa terdeteksi dan langsung dilacak, bukan hanya aspek pornografinya.
"Ini perlu pencermatan khusus agar tidak terulang, saya jumpai masih banyak iklan layanan seksual di media sosial tanpa kontrol," kata dia.
Selain itu orang tua serta guru juga memiliki peran penting memberikan arahan para pelajar atau remaja, agar lebih selektif dan bijak dalam menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Rahasia Pola Asuh Gen Alpha: Mulai dari Kebiasaan Pagi
-
Mendidik Anak dengan Cinta yang Utuh di Buku The Happiest Kids in the World
-
Foto Jenazah Jeffrey Epstein yang Dirilis Pemerintah AS Dicurigai Palsu: Tatonya di Mana?
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Kiswah Ka'bah Disebut dalam Berkas Epstein, Diduga Dikirim ke Rumah Jeffrey Epstein
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
6 Aksesori Sepeda Kalcer Aesthetic Bikin Gowes Makin Gaya
-
Korea Selatan Masuk Negara Paling Rasis di Dunia, Apa Penyebabnya?
-
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
-
3 Karakter Seseorang Dilihat dari Kebiasaan Menyilangkan Kaki
-
5 Rekomendasi Sunscreen di Supermarket Menurut Dokter Estetika Kamila Jaidi
-
40 Poster Ramadhan untuk Anak SD Desain Lucu dan Islami, Gratis Download di Sini!
-
Beda Skincare dan Krim Dokter, Mana yang Lebih Ampuh Cegah Penuaan Dini?
-
Ramalan Zodiak Keuangan 13 Februari 2026: 5 Zodiak Ini Bakal Panen Rezeki
-
Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Tidak Aktif? Segera Cek Status Kepesertaan Secara Online
-
Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!