- Warga Kalurahan Sidoarum memulai budidaya ikan sistem bioflok dikelola Koperasi Desa Merah Putih.
- Panen perdana menghasilkan sekitar 100 kilogram ikan nila, menunjukkan potensi besar pengembangan usaha.
- Koperasi menerapkan skema harga berbeda bagi anggota untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan merata.
Suara.com - Di tengah tantangan ekonomi desa yang kerap bergantung pada sektor terbatas dan lahan yang tidak selalu luas, warga Kalurahan Sidoarum mulai mencari cara baru untuk bertahan, sekaligus berkembang.
Salah satu persoalan yang dihadapi adalah bagaimana menciptakan sumber penghasilan tambahan yang terjangkau, inklusif, dan bisa dikelola bersama oleh warga.
Dari kebutuhan itu, muncul inisiatif budidaya ikan dengan sistem bioflok yang dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih. Program ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga upaya membangun kemandirian desa berbasis potensi lokal.
Panen perdana yang digelar di kawasan Nglarang menjadi penanda awal. Ratusan warga hadir, bukan hanya untuk menyaksikan hasil, tetapi juga memahami prosesnya.
Melalui pendekatan yang sederhana, mulai dari senam bersama hingga penjelasan langsung di kolam, warga diajak melihat bahwa budidaya ikan tidak harus rumit atau membutuhkan lahan luas.
Hasil awalnya cukup menjanjikan. Sekitar 100 kilogram ikan nila berhasil dipanen dari satu kolam.
Meski belum maksimal, angka ini memberi gambaran potensi ke depan: satu kolam bioflok dapat menghasilkan hingga 300 kilogram per siklus jika dikelola optimal. Dengan total 24 kolam yang tersedia, peluang pengembangan masih terbuka lebar.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan manfaatnya bisa dirasakan secara merata. Untuk itu, koperasi menerapkan skema harga berbeda, anggota bisa membeli ikan dengan harga lebih murah dibanding non-anggota.
Strategi ini mendorong partisipasi warga, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan bersama terhadap usaha ini.
Baca Juga: ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
Dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui hibah kolam dan benih menjadi fondasi awal. Tetapi keberlanjutan program tetap bergantung pada pengelolaan kolektif dan konsistensi warga.
Lurah Sidoarum, Hetty Pujiastutik, melihat ini sebagai langkah konkret menuju kemandirian ekonomi desa. Sementara itu, pengelola unit bioflok, Nur Setya Danusaputra, menekankan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada kebersamaan.
Ke depan, bioflok tidak hanya diproyeksikan sebagai sumber penghasilan tambahan, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan menyediakan sumber pangan sehat bagi warga.
Bagi Sidoarum, ini bukan sekadar panen ikan, melainkan proses membangun ekonomi desa yang tumbuh dari, oleh, dan untuk warganya sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
7 Rekomendasi Bedak untuk Ibu Hamil yang Aman: Bebas Iritasi, Wajah Nampak Cerah
-
8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
-
Apa Parfum Mykonos Paling Wangi Tahan Lama? Ini 6 Pilihan yang Layak Dicoba
-
7 Arti Mimpi yang Diyakini Pertanda akan Mendapat Rezeki, dari Melihat Ikan sampai Gendong Bayi
-
Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam
-
Tampil Cantik saat Melahirkan, Bolehkah Ibu Hamil Pakai Make Up untuk Persalinan?
-
7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
-
Gaya Stylish tapi Tetap Nyaman? Ini Tips Memilih Busana Anak ala Fashion Stylist Doley Tobing