Kedua, harus ada implementasi dengan teknologi informasi (IT) di semua layanan publik. Dengan memanfaatkan digital, pasti tidak akan ada kebocoran di sana sini.
“Dulu, PT KAI di era Pak (Ignasius) Jonan juga menggunakan digital dan IT. Hasilnya langsung dobel, memudahkan semua pihak. Saya jamin, jika semua lini menggunakan IT, pengelolaan bandara juga akan double value,” jelasnya.
Ketiga, memperbaiki semua regulasi yang menghambat. Hal-hal yang membuat regulasi terhambat harus segera dibedah, direvisi, dan diperbaiki. Tentu, dengan tetap memperhitungkan standar keamanan masyarakat.
“AP II jauh lebih beruntung dari industri transportasinya, airlines. Mereka lebih sulit mengejar revenue, karena harus menghitung dengan benar. AP II bisa mengkombinasikan service dan property, dan Anda semua tahu, bisnis property jauh lebih menghasilkan daripada jasa penerbangan,” tambah menpar.
Bisnis Transportasi dan Industri Bisa ‘Dikawinkan’
Dengan reputasi dan performance saat ini, Arief menilai, AP II akan dengan mudah menggabungkan dua bidang tersebut. Ia mencontohkan Hong Kong, yang mengawinkan industri transportasi dengan properti, sehingga menjadi kuat dan sustain (berkesinambungan).
“Karena itu, jangan takut untuk investasi di green field. Saran saya, AP II harus berpikir long term, hitung saja sebelum dan sesudah dibangun, nanti pertumbuhan value pasti akan mengagetkan. Padahal di bisnis tidak boleh kaget-kaget, semua bisa dihitung,” kata dia.
Kedua, kalau membuat perencanaan, jangan berpikir jangka pendek, tetapi harus jangka panjang. Arief melihat kapasitas dan traffic terminal penumpang bandara di AP II, yang 7 diantaranya dinilai sudah over capacity.
Bandara Soetta (CGK) 246 persen dari kapasitas. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) 112,8 persen, Bandara Minangkabau (PDG) 105,6 persen, Bandara Husein Sastranegara (BDO) 131 persen, Bandara Supadio (PNK) sudah 113 persen, Bandara Depati Amir (PGK) malah 331 persen, dan Halim Perdanakusumah 161 persen.
Bandara Kualanamu (KNO) Medan pun sudah lampu kuning, yaitu 88,9 persen full capacity.
“Jumlah penumpang lebih banyak dari yang diperkirakan. Ini tidak boleh lagi. Misalnya, mau membangun (Bandara) Silangit, dengan terminal 100.000 orang per tahun. Pembangunan ini belum selesai, tapi jumlah penumpangnya sudah 180.000 orang per tahun. Artinya akan kerja dua kali dan mengganggu kenyamanan orang yang menggunakan jasa transportasi udara,” ujarnya.
Ketiga, jangan takut dengan perencanaan besar, karena proyeksi negara terhadap kunjungan wisman dan wisnus juga besar. Pengadaan keuangan bisa dilakukan dengan banyak cara.
“Bisa dengan obligasi, financing, partnership, dan lainnya,” lanjut menpar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dokter Tifa Lulusan Mana? Jalani 2 Sidang Sekaligus
-
Mengapa Junk Journal Bisa Menjadi Cara Sederhana Mengurangi Sampah Kertas?
-
Lari Jadi Gaya Hidup, Busana Syar'i Tak Halangi Perempuan Aktif Berolahraga
-
Alasan Parfum dengan Aroma Intens Kian Diminati dan Jadi Tren
-
5 Sepatu Slip On Mirip Skechers Go Walk, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
Saat Remaja Mulai Ingin Mandiri, Orang Tua Bisa Tetap Tenang Berkat Pendampingan Digital
-
3 Pelembap Wajah Anak dengan Review Ampuh Atasi Kulit Kering, Siap Hadapi Teriknya El Nino!
-
4 Moisturizer yang Bisa Dipakai Siang dan Malam, Mulai Rp39 Ribuan dengan Review Positif
-
4 Sepeda Hybrid Poligon Paling Nyaman Buat ke Kantor Maupun Touring
-
Sepatu Sekolah Anak TK yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Pilihan Tanpa Tali yang Kuat dan Nyaman