Lifestyle / Food & Travel
Jum'at, 09 September 2016 | 15:02 WIB
Menpar Arief Yahya. [Dok. Kemenpar]

“Apa yang dilakukan Indonesia sangat hebat. Contoh yang bagus. Dukungan pemerintah sangat penting untuk menjamin pembangunan berkelanjutan dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia menilai, pembentukan tiga observatorium di Indonesia sudah tepat. Demikian juga dengan pemilihan waktunya. Kerja sama ini dilakukan beberapa bulan sebelum STD diluncurkan pada Januari 2017.

“Waktunya pas. Pembangunan pariwisata Indonesia adalah contoh sukses yang bisa ditiru negara lain,” tambah Rifai.

INSTO menyediakan kerangka kerja untuk pertemuan secara rutin, analisa dan komunikasi informasi tentang dampak lingkungan, sosial dan ekonomi pariwisata di destinasi. Saat ini, jaringannya mencakup 14 observatorium, yaitu delapan di Cina, tiga di Indonesia, satu di Yunani, satu di Meksiko, dan satu lagi di Brazil.

Load More