Suara.com - Cara cerdas dilakukan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Perth, Australia. Saat menyambut Hari Batik Nasional, 2 Oktober, perwakilan Indonesia di kota tersebut mengadakan Festival Batik Indonesia di Gedung KJRI, Jalan 134 Adelaide Terrace East, Perth, Australia.
”Warga Indonesia di Perth dan orang Australia berkumpul di sini. Sejak pagi sudah penuh sesak. Ini merupakan usaha kami menjaga budaya bangsa dan wisatawan Australia. Batik adalah kebanggaan kita semua,” ujar Pejabat Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Perth, Widya Sunedu, Perth, Minggu (2/10/2016).
KJRI mendirikan panggung dengan desain berlatar belakang batik Solo, dengan warna khasnya, cokelat. Pengunjung antusias mengikuti workshop dan belajar membatik dengan panduan perancang batik di Perth. Event ini merupakan bagian dari promosi pariwisata Indonesia.
”Di setiap acara, kami selalu mengedepankan branding Wonderful Indonesia,” ujar Widya.
Ia menambahkan batik merupakan salah satu kekayaan tradisi budaya Indonesia, yang kaya filosofi. Sebuah corak bisa bercerita banyak mengenai tradisi dan sejarah tempat asal batik tersebut.
”Ini yang sedang kami jaga di Perth, agar mereka semakin tahu dan semakin sayang dengan batik dan negara kita,” ujarnya.
Batik sudah mendapat pengakuan internasional dan tercatat dalam salah satu kekayaan budaya oleh UNESCO. Istilah batik tidak hanya digunakan oleh masyarakat Pulau Jawa, yang konon merupakan tempat lahirnya batik.
Ternyata, banyak daerah di Indonesia yang menggunakan istilah “batik” pada produk kreatif mereka. Misalnya, kain Tenun Sasirangan dari Kalimantan Selatan, yang kerap disebut sebagai Batik Sasirangan.
”Ini adalah salah satu representasi kecintaan masyarakat Indonesia terhadap batik, namun kami jaga di negara orang lain. Nah, dalam even ini, kami juga selalu mengingatkan 10 destinasi prioritas di Indonesia, agar masyarakat Perth tidak hanya datang ke Bali saja,” ujarnya.
Widya mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar, yang dinilainya terus menjaga animo masyarakat Perth dan Australia dengan berbagai kegiatan, seperti pameran kuliner, yang juga diadakan hampir bersamaan.
”Kompetitor kita, Malaysia, Thailand dan Singapura juga sangat gencar berpromosi di Australia. Menjaga animo kecintaan warga Australia terhadap Indonesia inilah yang harus dilakukan bersama-sama, agar Indonesia tidak kalah dengan negara kompetitor tersebut,” katanya.
Pada kesempatan lain, Menpar Arief Yahya mengucapkan “Selamat Hari Batik Nasional”.
“Semoga batik semakin memperkuat identitas Indonesia dan branding Wonderful Indonesia di seluruh penjuru dunia. Selamat berfestival. Sukses buat KJRI dan timnya,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Adegan Seram Film Horor Misteri "Bisikan Desa Gringsing" Sudah Tampil: Tayang Perdana 24 September
-
Dilema Mengecek HP Anak: Antara Melindungi dari Bahaya Digital atau Merusak Kepercayaan
-
LPSK Buka Suara soal Peluang Sekolah Islam Harapan Ibu Dapat Perlindungan Usai Temuan 995 Senjata
-
Shopee - Tokopedia Tunda Pungut PPh 22, Uang Seller Dikembalikan Mulai 14 Agustus
-
Beda Rice Cooker dan Magic Com, Jangan sampai Salah Pilih untuk Masak Nasi
-
BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia
-
Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api
-
Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump
-
Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK
-
Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'