Suara.com - Libur Natal sekaligus Tahun Baru dimanfaatkan banyak orang sebagai 'aji mumpung'. Salah satunya bebas melahap bebagai makanan lezat yang ditemui saat liburan tanpa memikirkan dampak selanjutnya bagi kesehatan.
Kecenderungan ini, kata dokter spesialis penyakit dalam RS Evasari Jakarta, Tirza Gwendoline Matulessy, dapat memicu berbagai penyakit, salah satunya kenaikan gula darah atau diabetes. Bahkan Ia menyebut tak sedikit orang yang baru menyadari dirinya mengalami diabetes setelah menjalani pola makan tak terkontrol selama liburan.
"Kebanyakan penyakit yang tadinya nggak ketahuan jadi ketahuan setelah makan enak yang tidak terkontrol saat liburan," ujar dr Tirza pada temu media di RS Evasari Jakarta, Jumat (23/12/2016).
Pada kasus kenaikan gula darah yang drastis saat disadari pertama kali, biasanya seseorang akan mengalami gejala keringat dingin atau penglihatan yang tiba-tiba buram.
"Bisa juga gejalanya berat badan turun drastis, buang air kecilnya jadi lebih banyak di malam hari misalnya 3 kali, terus mudah merasa haus. Ini harus waspada gula darah naik," tambah dia.
Kondisi diabetes akan sangat mengancam nyawa jika seseorang tidak menyadari bahwa penyakitnya telah menyebabkan komplikasi ke organ lainnya. Komplikasi bisa berupa serangan jantung, stroke dan gagal ginjal.
"Jadi walau liburan harus tetap jaga pola makan. Seimbangkan makanan enak-enak itu dengan sayur dan buah. Olahraga juga tetap harus rutin dan istirahat yang cukup. Bagi yang sudah diabetes seharusnya obatnya tetap diminum secara rutin," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten