7 Perbedaan Cermin Cembung dan Cermin Cekung Sifat Bayangan

Rabu, 16 September 2026 | 11:12 WIB
ilustrasi cermin cembung dan cermin cekung (ChatGPT)
  • Cermin cekung mengumpulkan sinar cahaya untuk menghasilkan beragam bayangan, sedangkan cermin cembung menyebarkan cahaya.
  • Cermin cekung dapat membentuk bayangan nyata atau maya dengan ukuran serta posisi yang bervariasi.
  • Cermin cembung secara konsisten menghasilkan bayangan maya, tegak, diperkecil, serta dimanfaatkan untuk spion kendaraan.

Suara.com - Dalam dunia optika, cermin memainkan peran penting dalam membentuk bayangan benda. Dua jenis cermin yang paling sering dibahas di sekolah maupun aplikasi sehari-hari adalah cermin cekung dan cermin cembung. Meskipun keduanya terbuat dari permukaan reflektif yang mengilap, bentuk lengkungannya yang berbeda menghasilkan sifat bayangan yang sangat kontras.

Memahami perbedaan cermin cembung dan cermin cekung tidak hanya membantu siswa dalam pelajaran fisika, tetapi juga menjelaskan mengapa cermin di mobil, di klinik kecantikan, atau di teleskop dirancang dengan cara tertentu.

Cermin cekung memiliki permukaan reflektif yang melengkung ke dalam, menyerupai bagian dalam mangkuk. Sebaliknya, cermin cembung memiliki permukaan reflektif yang melengkung ke luar, seperti bagian luar bola. Perbedaan bentuk ini memengaruhi cara sinar cahaya dipantulkan.

Pada cermin cekung, sinar sejajar yang datang akan dikumpulkan ke satu titik fokus, sedangkan pada cermin cembung sinar sejajar akan tersebar seolah-olah berasal dari satu titik fokus di belakang cermin.

Sifat bayangan yang dihasilkan sangat bergantung pada posisi benda terhadap fokus dan pusat kelengkungan. Pada cermin cekung, bayangan bisa nyata atau maya, terbalik atau tegak, diperbesar atau diperkecil, tergantung jarak benda. Sementara itu, cermin cembung selalu menghasilkan bayangan maya, tegak, dan lebih kecil dari benda aslinya, tidak peduli di mana benda diletakkan.

Pengetahuan tentang perbedaan sifat bayangan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Cermin cekung sering digunakan pada lampu sorot, cermin rias pembesar, dan teleskop, sedangkan cermin cembung banyak ditemui pada kaca spion kendaraan dan cermin pengaman di toko karena mampu memberikan bidang pandang yang lebih luas.

ilustrasi cermin cembung dan cermin cekung (ChatGPT)

1. Jenis Bayangan (Nyata atau Maya)

Cermin cekung dapat menghasilkan bayangan nyata maupun maya. Bayangan nyata terbentuk ketika benda diletakkan di luar fokus, dan sinar-sinar pantulan benar-benar bertemu di depan cermin. Bayangan maya muncul ketika benda berada di antara fokus dan permukaan cermin.

Sebaliknya, cermin cembung selalu menghasilkan bayangan maya. Sinar-sinar pantulan menyebar dan seolah-olah bertemu di belakang cermin, sehingga bayangan tidak bisa ditangkap pada layar.

2. Orientasi Bayangan (Tegak atau Terbalik)

Pada cermin cekung, bayangan bisa tegak atau terbalik. Ketika benda berada di luar fokus, bayangan yang terbentuk biasanya terbalik. Namun, jika benda diletakkan di antara fokus dan cermin, bayangan menjadi tegak.

Cermin cembung selalu menghasilkan bayangan tegak. Tidak ada kondisi di mana bayangan dari cermin cembung menjadi terbalik, karena sifat divergennya.

3. Ukuran Bayangan (Diperbesar, Diperkecil, atau Sama)

Cermin cekung sangat fleksibel dalam ukuran bayangan. Bayangan bisa diperbesar, diperkecil, atau sama besar dengan benda, tergantung posisi. Misalnya, benda di pusat kelengkungan menghasilkan bayangan sama besar, sedangkan benda di luar pusat kelengkungan menghasilkan bayangan lebih kecil.

Cermin cembung selalu menghasilkan bayangan yang lebih kecil (diperkecil) dibanding benda aslinya. Tidak ada posisi yang membuat bayangan cermin cembung menjadi diperbesar.

4. Posisi Bayangan

Bayangan pada cermin cekung bisa berada di depan atau di belakang cermin. Bayangan nyata selalu di depan cermin, sedangkan bayangan maya di belakang.

Pada cermin cembung, bayangan selalu berada di belakang cermin karena bersifat maya.

5. Pengaruh Jarak Benda

Pada cermin cekung, sifat bayangan berubah drastis sesuai jarak benda terhadap fokus (f) dan pusat kelengkungan (C). Ada enam kasus utama posisi benda yang menghasilkan sifat bayangan berbeda.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com