Suara.com - Geraldine Forster, nenek berumur 72 tahun telah menghabiskan tujuh tahun waktunya untuk berkeliling dunia dengan ransel kecil yang hanya berisi laptop dan kamera. Total sudah 50 negara yang sudah dikunjungi Forster, termasuk Eropa Tengah, Rusia, Australia, Amerika Serikat dan daratan benua Asia.
"Aku benar-benar tidak berencana untuk berhenti. Aku ingin hidup untuk selamanya," aku perempuan yang sudah memiliki tiga anak dan cucu tersebut.
Menariknya, Forster lebih memilih wisata ala penduduk lokal seperti makan di gubuk pinggir jalan dibanding berlagak mirip turis dan makan santai di restoran besar.
"Aku sudah pensiun dan aku percaya, kita bisa melakukan hal-hal yang luar biasa jika kita menyadari yang membatasi diri kita sendiri," katanya lagi.
Malah, Forster sempat menjalin cinta dengan penduduk lokal Bali serta melakukan relawan di Filipina, Kamboja, dan Thailand.
Geraldine Forster lahir di Essex dan pernah menikah dengan pengusaha asal Spanyol. Setelah selama 12 tahun menikah dan akhirnya bercerai, Geraldine dikaruniai tiga orang anak yaitu Daniel yang sekarang berusia 47, Maribel berusia 46 tahun dan Julian yang kini berusia 42 tahun.
"Aku menghabiskan minggu berharga dengan anak-anak dan cucu-cucu setiap tahun. Kadang-kadang di musim panas atau di sekitar Natal- tapi sisa waktu lain aku akan bepergian," kenangnya.
Saat berkunjung ke tempat baru, Forster selalu mencari tempat menginap dengan ulasan yang baik di internet. Dia juga tak lupa merancang anggaran untuk jajan dan makan di pinggir jalan. Agar tak boros, Forster tak membuat pengeluaran untuk minuman alkohol serta rokok. Ia juga menghemat anggaran dengan cara mengambil kereta malam sehingga dapat berada di perjalanan dan tidur di waktu yang sama.
"Aku merasa benar-benar hidup. Aku tidak berminat kamar tidur berAC dengan handuk berbulu putih dan layanan kamar," Forster bercerita.
"Anakku yang paling muda 100% sejalan dengan gaya hidup nomadenku, tapi yang tertua justru berpikir aku sedikit gila dan berharap aku menjadi nenek pada umumnya. Bagimana pun, Aku harap aku dapat memberikan contoh baik pada ketiga cucuku ketika mereka cukup dewasa. Aku akan sangat bahagia membawa mereka bersamaku. Saranku untuk orang lain, acuhkan saja apapun ucapan keluargamu, dan pergi berpetualang! Aku benar-benar tidak memiliki rencana untuk berhenti atau melambat, Aku ingin hidup seperi ini berlanjut terus," tutupnya. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Ciputra Life Cetak Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Melonjak 53 Persen
-
10 Penyebab Kulit Wajah Terasa Makin Kering dan Kusam saat Memasuki Usia 30
-
Bayar Rp650 Juta Tidak Lulus, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Disulap Jadi Proyek Cat Gedung
-
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Tembus Rp2,74 Juta per Gram
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Ulasan Novel Purple Prose, Menyembuhkan Luka Dalam Bayangan Kehilangan
-
Ini Cara Mengukur Kematangan Broker dan Platform Trading
-
5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
-
Menyusuri Jejak Prajurit Diponegoro di Masjid Baiturrahman Kediri