Suara.com - Terkadang, makan di restoran mahal bisa tak sesuai dengan apa yang Anda inginkan atau bayangkan. Porsinya bahkan kerap jauh lebih sedikit dibanding makan di warung pinggir jalan. Sementara masalah harga, jangan ditanya, pasti akan jauh berbeda.
Hal itu bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga di luar negeri. Salah satunya seperti kisah di Singapura ini. Kejadiannya, berdasarkan postingan netizen yang kemudian jadi viral, adalah salah satu resto & lounge yang terletak di Marina Bay Financial Centre Tower, Singapura.
Di restoran ini mereka menawarkan salah satu menu bertitel Fish and Chips (kentang dan ikan goreng). Adalah seorang lelaki bernama Jaze Phua yang kemudian mengaku tertipu dengan menu ini, hingga lantas menceritakan kisah sedih sekaligus lucunya itu lewat Facebook.
"Awalnya saya pikir ini hanya makanan pembuka. Ternyata ini adalah hidangan (yang dipesan seharga) SGD17,50 (sekitar Rp160 ribu)," tulisnya di akunnya, sembari menampilkan foto makanan dimaksud.
"Ini seperti membeli mobil dan mereka memberi kamu sebuah mobil mainan tapi dengan harga yang sama!" tulisnya, sebagaimana antara lain dilansir laman WorldofBuzz.
Di postingan yang kemudian beredar viral di Facebook itu, ada banyak juga orang yang tak percaya Phua membayar harga mahal hanya untuk hidangan "mini" seperti itu. Tapi, cukup banyak juga yang kaget.
Masalahnya, Phua bukan orang pertama yang ditipu oleh nama ambigu menu restoran itu. Seorang netizen lain bernama Hayley juga mengaku pernah mengalami hal yang sama, namun ia mengaku akhirnya memakan saja menu ikan dan kentang goreng tersebut.
Diketahui, ikan yang dalam bahasa Melayu dikenal sebagai ikan bilis itu, kurang lebih sama dengan ikan teri bagi kebanyakan orang Indonesia. Dan harganya memang cenderung murah.
Sementara itu, selain Hayley, netizen lain bernama Millie juga mengungkapkan kekecewaan yang sama. Jika sudah demikian, tentunya Anda juga tak akan ingin menghabiskan uang sebanyak Rp160 ribu hanya untuk membeli hidangan ini.
Berita Terkait
-
Ngeri! Pesan Fish and Chips di India, Pria Inggris Ini Malah Dapat 'Kotoran dan Keripik'
-
Rayyanza Makan Nasi Goreng Topping Ikan Teri, Ternyata Lauk Ini Punya 7 Manfaat Kesehatan untuk Anak
-
Rayyanza Makan Nasi Goreng Lauk Ikan Teri, Ekpresinya Bikin Gemas: Ternyata Anak Sultan Juga Doyan
-
5 Manfaat Ikan Teri bagi Kesehatan Tubuh, Mengandung Beragam Nutrisi
-
Resep Fish and Chips ala Fish & Co. yang Rasa dan Teksturnya Mirip
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan