Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB
PGN memperluas jaringan distribusi gas bumi mulai dari Batam hingga Jawa Timur. [Dok PGN]
BACA 10 DETIK
  • BPH Migas membahas penetapan harga dan meninjau kesiapan pengaliran jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo.
  • KSP Dudung Abdurachman meninjau infrastruktur APBN pada Minggu (20/9/2026) guna mendukung program swasembada energi nasional.
  • Pembangunan jargas nasional menargetkan 119.379 sambungan rumah, termasuk 33.961 sambungan di wilayah Jawa Timur.

Suara.com - Jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki tahap persiapan pengoperasian. Bersamaan dengan itu Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah membahas penetapan harga.

Anggota Komite BPH Migas, Arief Wardono, menjelaskan bahwa pihaknya telah merampungkan forum diskusi terbuka (public hearing) guna menetapkan harga jargas dan melanjutkan tahapan tersebut dengan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan pengaliran.

"Kunjungan ke jargas Sidoarjo dan Jargas Gresik dalam rangka persiapan pengaliran. BPH Migas telah melakukan public hearing untuk penetapan harga kedua jargas tersebut. Mudah-mudahan harga jargas tersebut dapat segera ditetapkan dan juga nanti akan dinikmati oleh masyarakat," ujar Arief dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (20/9/2026).

ilustrasi--Eksplorasi gas bumi di Pulau Pagerungan Besar, Kabupaten Sumenep, Jatim. (ist)

Arief menambahkan, dalam menentukan harga untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, BPH Migas mempertimbangkan nilai keekonomian badan usaha serta daya beli masyarakat agar tetap kompetitif dibandingkan penggunaan LPG 3 kilogram.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman yang turut meninjau lokasi menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun menggunakan dana APBN ini merupakan bagian dari program prioritas nasional menuju swasembada energi.

"Hari ini kami hadir untuk memastikan kesiapan pengoperasian jargas yang dibangun melalui APBN, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG," kata Dudung.

Dudung juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian untuk mempercepat perizinan pembangunan di lokasi berikutnya guna memperluas akses energi bagi masyarakat.

Secara nasional, pembangunan jargas melalui APBN 2025–2026 menargetkan 119.379 sambungan rumah (SR) di 15 kabupaten/kota. Khusus di Jawa Timur, sebanyak 33.961 SR telah terpasang, yang mencakup 4.000 SR di Gresik dan 29.961 SR di Sidoarjo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com