Suara.com - Pernah bermimpi tinggal dan merasakan menginap di sebuah kastil bersejarah yang megah, tapi tak memiliki kesempatan untuk mewujudkannya? Pergilah ke Italia, Anda bisa mewujudkan keinginan tersebut.
Ya, pemerintah Italia baru saja memberikan banyak kastil dan vila bersejarah secara gratis. Mereka memiliki 103 bangunan di seluruh negeri yang akan diberikan pada orang-orang yang bisa menyelamatkan bangunan tersebut dari reruntuhan.
Lalu, apa sih persyaratan untuk dapat memiliki kastil dan vila bersejarah tersebut? Calon pemilik harus setuju untuk mengubah bangunan dan lahan sekitarnya menjadi sesuatu yang dapat mendorong pariwisata.
Seperti menggunakan sebagian properti untuk membuka hotel, restoran, toko, spa atau villa mewah. Jadi, inilah kesempatan emas Anda untuk berhenti dari pekerjaan, lalu mendapatkan sebuah peluang, dan pengalaman menyenangkan.
Program yang disebut sebagai Rencana Wisata Strategis, diharapkan dapat mendorong pengembangan pariwisata agar menjadi seperti destinasi yang telah ramai dikunjungi seperti Pantai Amalfi dan Venesia.
"Tujuannya adalah untuk pribadi dan bangunan umum, dan tetap bisa digunakan sebagai fasilitas peziarah, pejalan kaki, turis, dan pesepeda," kata Roberto Reggio dari Badan Milik Negara dilansir metro.co.uk.
Properti yang ditawarkan tersebar di seluruh negeri, seperti daerah terpencil, dengan segala fasilitasnya, mulai dari gedung sekolah tua, bekas gedung biara dan menara pertahanan yang menghadap ke garis pantai dan pedesaan.
Bangunan yang dekat dengan Roma misalnya, Anda bisa membawa diri Anda ke Castello di Blera di Lazio, sebuah rumah abad ke-11 yang dibangun oleh keluarga bangsawan lokal, yang bertengger di tebing dan masih memiliki banyak fitur abad pertengahan yang asli.
Untuk mendapatkan kastil ini secara gratis, yang harus Anda lakukan adalah mengajukan proposal yang menguraikan rencana Anda untuk mengubah situs warisan tersebut menjadi sesuatu yang bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi.
Baca Juga: Mengintip Kastil Baru Beckham
Anda akan memiliki hak atas properti selama sembilan tahun, setelah itu Anda dapat memperpanjang kontrak selama sembilan tahun ke depan. Proposal yang benar-benar bagus bahkan akan diberi sewa gratis selama 50 tahun.
Anda harus mengirimkan proposal sebelum 26 Juni 2017, tapi jika melewatkan tenggat waktu, jangan khawatir. Rupanya, negara ini akan menambahkan 200 bangunan lagi ke proyek tersebut selama dua tahun ke depan. Anda tertarik memilikinya?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Adidas Paling Murah untuk Wanita, Semua di Bawah Rp700 Ribu
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya
-
6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
-
Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini
-
6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series
-
Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam
-
Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global
-
Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026