Suara.com - Anda tengah menghabiskan waktu libur Lebaran di Yogyakarta? Jangan lupa mampir ke Resto Jejamuran di Jalan Pramuka, Niron, Pandowoharjo, Kabupaten Sleman.
Sesuai namanya, Anda akan menemukan beragam menu olahan jamur dengan rasa yang tak pernah Anda duga.
Jamur yang digunakan pun sangat bervariasi, mulai dari jamur tiram, jamur merang, shitake, jamur kancing, jamur hitam yang diolah dalam menu sate, sup, jamur goreng penyet, fuyunghai, tongseng, rendang hingga gudeg jamur.
Adalah pengusaha jamur bernama Ratidjo, di balik resto yang satu ini. Cita rasa menu di resto ini benar-benar nikmat dan segar, karena langsung diambil dari perkebunan jamur.
Dari sekian banyak menu olahan jamur, Sate Jamur merupakan pilihan favorit. Banyak orang menilai, Sate Jamur di sini rasanya seperti daging. Saya pun penasaran untuk mencobanya.
Benar saja, hmmmm rasanya benar-benar lezat. Bahkan jika menu ini dihidangkan tanpa tahu asal muasalnya, saya tak akan menyangka sate ini terbuat dari jamur. Menu ini disajikan dengan sambal kacang dan kecap, dengan tekstur yang benar-benar lembut.
Harganya yang sangat murah membuat saya ketagihan menjajal menu olahan jamur yang lain. Pilihan jatuh pada Sup Jamur, Fuyunghai Jamur, dan Jamur Goreng Penyet. Lagi-lagi, ketika menyantapnya saya tak menyangka bahwa menu ini terbuat dari jamur.
Pada menu Jamur Goreng Penyet, misalnya, jamur digoreng lalu dipenyet lengkap dengan sambal yang pedasnya 'maknyos'. Rasanya seperti makan daging dan ingin tambah nasi terus. Begitu pula dengan menu Fuyunghai, benar-benar gurih dan lezat.
Agar kenikmatan terasa lebih lengkap, pesanlah menu minuman yang segar seperti Ice Mint Tea, Honey Lime Tea, Es Kunyit Asem, Es Beras Kencur, Es Carica, Es Sarsaparilla, dan masih banyak pilihan lainnya.
Selain menikmati makanan dan minuman, disini pengunjung juga bisa melihat langsung aneka jamur yang diolah dalam berbagai menu makanan, di bagian tengah resto. Anda juga bisa berfoto bahkan mempelajari seluk beluk budidaya jamur dan manfaatnya bagi tubuh.
Jangan takut kantong bolong saat mencicipi berbagai menu jamur di resto Jejamuran karena harganya yang ramah di kantong. Seporsi menu jamur tak lebih dari Rp20 ribu. Bahkan, dengan selembar uang Rp50 ribu Anda dan pasangan bisa pulang dengan perut kenyang.
Jadi, untuk Anda yang sedang berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke Jejamuran, ya!
Baca Juga: Kocak, Resto Ini Pekerjakan Lansia yang Demensia, Apa Jadinya?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus di Sekolah, Penuh Harapan untuk Indonesia Maju
-
Horor Subuh di Mesuji! Saat Eks Suami Gelap Mata Lepaskan Tembakan ke Mantan Istri
-
Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina
-
Praktis Tinggal Usap, Ini 5 Micellar Wipes Pilihan untuk Kulit Berjerawat
-
Telkom Selesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit, Biro Pers: Mari Kita Berdoa
-
Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan