Suara.com - Sebagai seorang artis sekaligus ibu dari dua orang anak, Ersa Mayori tak ingin kesibukannya membuat perannya sebagai ibu terbengkalai begitu saja. Termasuk memperhatikan kebutuhan gizi buah hatinya.
Ya, soal gizi anak, ia memang begitu concern, karena menyangkut kesehatan dan tumbuh kembang anak-anaknya. Tak heran bila perempuan berusia 38 tahun ini cukup rajin mengecek bekal makan kedua putrinya, Aiska Vairana (12) dan Tallula Malaika (9) yang disiapkan khusus untuk makan siang di sekolah.
Hal tersebut dilakukan lantaran Ersa ingin kedua putrinya terhindar dari kebiasaan jajan tak sehat di lingkungan luar rumah. "Kita nggak tahu kan apa yang dia konsumsi. Jadi, dari rumah sudah kita bekalin, sarapan sudah pasti di rumah, snack dibawain, makan siang dianterin, itu dalam rangka menjaga. Semuanya harus seimbang," ucap Ersa usai peluncuran produk makanan berserat di Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Perempuan berdarah Minang tersebut juga selalu berusaha menerapkan bekal makan sehat dengan gizi seimbang bagi kedua putrinya dengan memberikan buah-buahan, serta sayur-sayuran. Meski begitu, Ersa mengaku jika putri keduanya, Tallula cenderung pemilih dan kerap menyisakan bekal yang dibawa.
"Kita lihat per hari, kalau misal tiba-tiba keliatan, oh hari ini proteinnya nggak dimakan, seratnya kurang. Nah, harus pintar-pintar untuk mengkompensasinya," tambahnya.
Meski tak selalu dirinya yang melakukan sidak langsung, Ersa selalu melakukan kordinasi dengan 'asisten' rumah tangga di rumah untuk mengecek kota perbekalan kedua putrinya. Meski begitu, Ersa menolak disebut sebagai orangtua yang posesif, karena menurut dia, pada dasarnya anak-anak tidak bisa diberi tahu dengan cara yang keras.
"Ya mungkin kita harus kenal anak-anak masing-masing ya. Anak semakin dilarang, semakin penasara. Lebih baik dicontohkan yang bagusnya bagaimana daripada melarang. Jadi tadi aku bilang, harus jaga hidup sehat karena kita bertanggungjawab untuk menerapkan ke seluruh anggota keluarga," jelasnya panjang lebar.
Ia mengatakan bila orangtua menyuruh anak makan sayur, tapi orangtuanya sendiri tidak melakukan hal tersebut, maka anjuran atau nasehat itu tidak akan efektif. Bagaimana pun, orangtua adalah contoh bagi anak-anaknya. "Jadi, ketika kita makan sayur dan olahraga, mereka pasti ngikutin, kepo gitu untuk mencoba. So far sih, aku tidak menggunakan cara yang tidak enak gitu, melarang, gak boleh gitu, gak pernah," tutupnya.
Berikut video tentang keseruan Elsa Mayori menyiapkan bekal makan siang untuk kedua anaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan