Suara.com - Di Indonesia, populasi badak Sumatera semakin memprihatinkan. Jumlahnya bahkan tak sampai 100 ekor.
Nah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian Badak sekaligus memperingati Hari Badak Sedunia yang jatuh pada 22 September, Tim Badak mengajak masyarakat "Berlari untuk Badak" dengan titik temu di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/9/2017).
Sectionov, Liaison International Rhino Foundation, salah satu anggota aktif Tim Badak mengatakan bahwa perhelatan ini digelar untuk menyuarakan kondisi darurat badak Indonesia kepada seluruh pihak. Menurut dia, dibutuhkan butuh dukungan dari setiap lapisan masyarakat guna mengatasi kondisi darurat badak Indonesia dari kepunahan.
"Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan, misalnya para orang tua ataupun guru dapat terus menceritakan apa itu badak dan karakteristiknya, para pelaku industri mungkin bisa membuat hasil karyanya yang terinspirasi dari Delilah ataupun perjalanan badak Sumatera lainnya," ujar dia pada temu media di @America, Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Dalam kesempatan yang sama, Ni Made Ferawati, Dokter Hewan Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Way Kambas mengatakan bahwa kepunahan badak Sumatera salah satunya diakibatkan, karena kemampuan berkembangbiak badak yang rendah yakni satu anak setiap lima tahun.
“Populasi Badak Sumatera di Malaysia dan Vietnam telah mengalami kepunahan. Hutan Indonesia adalah rumah asli terakhir para badak-badak unik ini yang tersebar di berbagai area terpisah seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Gunung Leuser, Way Kambas dan beberapa individu di Kalimantan,” jelas dia.
Ia menambahkan, SRS Way Kambas sendiri dibangun sejak 1996 di mana SRS menyediakan habitat alami dengan luas 20 Ha bagi setiap individu badak. Tim gabungan mereka juga melakukan berbagai program untuk membantu perkembangbiakan badak Sumatera, di antaranya melakukan cek kandungan, pengambilan sperma dari badak jantan maupun pemeriksaan x-ray di bagian tubuh badak yang sakit.
Selain ikut serta dalam 'Berlari untuk Badak', Sectionov mengatakan masyarakat juga bisa berdonasi secara online melalui platform Kitabisa.com sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian badak Sumatera.
"Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, kami berharap donasi yang masuk ke kampanye #KadoUntukDelilah semakin banyak di mana dana tersebut dapat sangat berguna bagi kelangsungan badak Sumatera yang ada di SRS Way Kambas,” sambung Iqbal Hariadi selaku Director of Crowdfunding Kitabisa.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?