"Kalau ibu memperbolehkan saya sekolah, saya akan memberikan apapun pada bapak-ibu ketika saya sudah selesai sekolah dan mengembalikan uang yang dikeluarkan bapak-ibu untuk menyekolahkan saya selama ini," tambah dia.
Akhirnya kedua orang tua Sanita pun luluh. Kini, Sanita baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang, jurusan manajemen sumber daya manusia.
Berhasil keluar dari jeratan perkawinan dini, Sanita ingin mengajak remaja sepertinya untuk juga berani melakukan hal yang sama.
Dia bahkan menjadi pencetus ditetapkannya peraturan desa setempat yang melarang anak menikah di bawah usia 18 tahun.
"Saya memperlihatkan contoh dampak perkawinan dini pada pemerintah desa dan masyarakat di daerah saya. Ada remaja 16 tahun yang meninggal saat hamil tujuh bulan. Ada yang sudah menikah 3 tahun punya anak lalu cerai dengan alasan tidak cocok," ujarnya.
Foto: Sanita Rini (kiri). [Suara.com/Firsta Nodia]
Dia pun menolak keputusannya menentang perjodohan yang dilakukan orang tuanya tergolong sikap durhaka. Justru, kata dia, penyampaian penolakan harus dengan cara yang sopan dan memberikan bukti buruknya dampak dari perkawinan dini.
"Saya mengatakan menolak itu bukan berarti durhaka, karena ketika melakukan penolakan saya komunikasi intensif sehingga orangtua tidak merasa bahwa itu bukti kedurhakaan. Ini tantangan kita bersama bagaimana mengajak anak perempuan bisa menolak perkawinan dini dan orang tua bisa menerima," paparnya.
Baca Juga: Psikolog: Nikah Muda Bisa Picu Depresi hingga Bunuh Diri
Kisahnya yang inspiratif ini bahkan telah dipublikasikan media internasional.
Sanita kini fokus bersama komunitas dan Komisi Perlindungan Anak Desa melakukan sosialisasi mengenai dampak perkawinan anak.
Ia juga aktif dalam Youth Coalition for Girls, koalisi yang membantu anak perempuan untuk dapat menjalani potensi dalam dirinya.
Berita Terkait
-
Tuai Pro Kontra, Film Na Willa Dinilai Normalisasi Pernikahan Dini
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
Terkini
-
6 Lipstik Transferproof untuk Bibir Hitam yang Warnanya Elegan dan Anti Pudar
-
Cara Membuat SKCK Online, Simak Syarat dan Biayanya
-
Wajib Coba! Express Carnival: Arcade Klasik Penuh Hadiah yang Bikin Nagih
-
Siapa Suami Clara Shinta yang Lagi Viral? Pekerjaannya Gak Kaleng-Kaleng
-
4 Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak Berlebih, Mulai dari Rp3 Ribuan Saja
-
Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis, Apakah Boleh Menggabungkan Keduanya?
-
5 Parfum Aroma Buah Segar yang Ringan dan Nggak Bikin Pusing
-
5 Cushion Paling Laris di Shopee, Laku Ribuan Per Bulan Harga Cuma Rp100 Ribuan
-
Pertamina Dapat Lampu Hijau, Ini Daftar Kapal Tanker yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz
-
Serum Niacinamide vs Krim Niacinamide, Mana yang Lebih Cepat Atasi Flek Hitam?