Suara.com - Memperingati Hari Anak Perempuan Internasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan organisasi Plan International Indonesia mengundang 21 anak terpilih dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia untuk mengikuti program 'Sehari Jadi Menteri'.
Bukan hanya menjadi ajang roleplay atau bermain menteri-menterian, ke-21 anak tersebut diminta untuk menggelar rapat di kantor KPPPA.
Setiap anak memiliki peran masing-masing seperti menjadi menteri KPPPA menggantikan Yohana Yembise, Sekretaris Menteri, hingga deputi-deputi kementerian.
Berperan sebagai Menteri KPPPA sehari, ada Ayu Juwita dari Sumatera Utara yang masih berusia 18 tahun. Ia kemudian meminta jajaran di bawahnya untuk memberikan rekomendasi mengenai masalah maraknya pernikahan usia dini di Indonesia.
Beberapa rekomendasi yang muncul dari rapat tersebut salah satunya adalah membuat jurnalis anak, mengoptimalkan peran forum anak, Puskesmas layak anak, hingga berusaha mengikutasertakan anak dalam pembuatan kurikulum bekerja sama dengan kementerian terkait.
"Kami tentu akan menindaklajuti beberapa rekomendasi sekaligus tambahan hasil rekomendasi hari ini akan kami teruskan, akan kami follow up. Bukan hanya untuk unit-unit terkait, tapi juga kementerian terkait dan lembaga lainnya," ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin menanggapi hasil rekomendasi jajaran muda KemenPPPA di Gedung KPPPA, Jakarta, Rabu, (11/10/2017).
Kegiatan "Sehari Jadi Menteri" merupakan agenda kedua yang diselenggarakan Plan International Indonesia. Sebelum menjalankan perannya masing-masing, para remaja tersebut mengikuti pelatihan dasar selama tiga hari sejak 7-9 Oktober. Mereka diminta belajar mengenai berbagai macam keterampilan kepemimpinan dan pembekalan materi berkaitan dengan pencegahan perkawinan usia anak.
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
5 Lipstik Hanasui Untuk Bibir Hitam yang Tahan Lama
-
6 Body Lotion Tone Up Murah Mulai Rp30 Ribuan, Bikin Kulit Cerah Seketika
-
5 Moisturizer Murah Alternatif La Roche Posay Cicaplast Baume B5+ untuk Rawat Skin Barrier
-
Manager Fest 2026 Jadi Ruang Profesional Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja
-
7 Rekomendasi Tanaman Bunga yang Mudah Dirawat di Pot, Sulap Rumah Jadi Asri
-
Ashanty Kuliah S3 di Mana? Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan
-
Long Weekend Belum Usai, Coba Sensasi Jadi Pembalap F1 Mulai Rp35 Ribu
-
Siapa Pemilik Pendopo Tulungo? Ternyata Sudah Diwariskan Soimah ke Sosok Ini
-
5 Rekomendasi Hybrid Sunscreen yang Cocok untuk Aktivitas Outdoor Sehari-hari
-
Tren Estetika Bergeser ke Non-Invasif, Teknologi Pengencangan Kulit Korea Mulai Populer di Indonesia