Suara.com - Seperti apa wajah Indonesia di usian yang ke seratus tahun? Dapatkah Indonesia bersaing dengan negara-negara maju dan memiliki masa depan yang baik di tahun 2045?
Untuk menjawab rasa penasaran ini, PT. Telkom Indonesia mengajak generasi centennial atau generasi yang lahir dari rentang tahun 1995 sampai 2011, untuk bisa bermimpi dan menyampaikan ide-ide mereka untuk Indonesia di masa depan, melalui sebuah gerakan yang dinamakan "Democracy of Centennial".
"Mereka sangat identik dengan indsutri digital, yang diharapkan dapat mengubah 'wajah' dan masa depan Indonesia menjadi lebih baik di tahun 2045. Karena itu, kita memberikan kebebasan mereka menyumbangkan ide untuk satu abad Indonesia," ungkap Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (10/11/2017).
Ide-ide tersebut, dijelaskan Executive Producer Democracy of Centennial, Joddy Hernady, mulai dari dari art work, future design, musik, fotografi, fashion design, animasi, dan masih banyak lagi.
Nantinya, kata Joddy, ide-ide yang telah dikurasi dan terpilih oleh para ahli di dunia perfilman Tanah Air, akan dituangkan ke dalam sebuah film dengan judul yang sama.
"Ide awalnya kita ingin menciptakan hal baru, di mana kita ingin melibatkan orang banyak untuk membuat film. Caranya adalah dengan mencari ide yang didukung oleh banyak orang, karena yang diutamakan demokrasinya, kita mencoba mengajak Centennial ini menyampaikan idenya," ujar Joddy.
Nantinya, film tersebut akan berisikan ide-ide, mimpi dan harapan generasi Centennial, tentang seperti apa Indonesia berusia 100 tahun.
Diharapkan, gerakan dan film ini dapat membawa Indonesia menjadi lebih berkembang.
Nah, kamu juga memiliki mimpi dan harapan untuk Indonesia? Sampaikan yuk idemu ke expise.uzone.id.
Baca Juga: Wacom Manjakan Pekerja Kreatif Lewat Tiga Tablet Anyar
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
2 Malam Tanpa Serangan ke Iran, Amerika Krisis Pasokan Rudal dan Senjata Makin Menguat
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Marselino Ferdinan Absen Laga Timnas Indonesia vs Kamboja? John Herdman Bilang Begini
-
Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
-
Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku
-
Spesifkasi PC Minecraft Java Edition Naik, RAM 4 GB Tak Lagi Kuat!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba
-
Mendagri Cap Penabrak Parade Gay Berlin Pelaku Teror, Abdul Ballout Pernah Mau Gabung dengan ISIS