Suara.com - Sebagai salah satu spot menyelam terbaik, sekaligus rumah bagi biota laut terlengkap di dunia, perairan Indonesia juga tidak luput dari aib memalukan. Yakni, sampah laut.
Masalah lawas yang tak kunjung menemukan titik penyelesaian. Kebiasaan jorok ketika membuang sampah, dan sulitnya menemukan solusi membuat sampah laut semakin menumpuk hingga mengganggu ekosistem perairan Indonesia.
Seorang peneliti dari Amerika Serikat, Jenna Jambeck, bahkan mengatakan Indonesia adalah penyumbang sampah laut terbesar di dunia setelah Cina. Yaitu, menyumbang 1,3 ton sampah ke lautan dunia setiap tahunnya.
Malu akan predikat tersebut, sekumpulan pemuda penggiat olahraga selam sekaligus pencinta lautan membuat sebuah acara bertajuk "Indonesian Youth Marine Debris" di kawasan Jakarta Utara, dari 24 hingga 29 Oktober 2017.
"Kami merasa gemas dengan banyaknya sampah laut. Lalu saya mencari teman-teman yang memiliki kepedulian sama tentang sampah laut, berkumpul dan mencari solusi," jelas pendiri komunitas Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari, salah satu penyelenggara kegiatan saat ditemui Suara.com, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
Acara tersebut meliputi workshop, field trip ke Pulau Pramuka, dan rencana aksi berkelanjutan. Swietenia berharap, acara yang mengumpulkan puluhan divers dan pecinta alam muda dari seluruh Indonesia ini dapat memberikan banyak edukasi terutama mengenai pengelolaan sampah lautan.
Acara ini diinisiasi oleh Divers Clean Action dan didukung berbagai macam pihak seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana