Suara.com - Penis atau Mr P merupakan organ intim yang juga memiliki risiko gangguan kesehatan tertentu jika tidak dijaga.
Selain faktor usia yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi, penis juga dapat mengalami beberapa gejala ketika lelaki merasa depresi.
Berikut, beberapa masalah pada penis yang harus Anda tahu, seperti dilansir dari Menshealth:
1. Penis sobek
Kondisi ini terjadi ketika Anda bercinta terlalu garang. Gejalanya bisa berupa rasa sakit berlebihan dan diikuti dengan memar dan lecet di permukaan kulit Mr P. Bagi sebagian lelaki kondisi ini dapat membuat mereka mendapatkan perawatan di UGD.
2. Peyronie
Kondisi ini terjadi saat jaringan parut terbentuk di lapisan dalam penis. Saat Anda mengalami ereksi, penis akan memperpendek sisi bekas bekas luka yang menyebabkan sebuah lengkungan.
Sekitar 15 persen kasus Peyronie dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu tahun. Namun jika Anda merasa tak nyaman, kunjungi dokter untuk mendapat suntikan di jaringan parut.
3. Varicocele
Baca Juga: Tindik Penis Tingkatkan Gairah Seksual
Kondisi ini tidak diketahui penyebab pastinya tapi para ahli mencatat bahwa varicocele terjadi karena pembuluh darah di sekitar penis melebar. Hal ini mengakibatkan suhu di sekitar testis meningkat dan berdampak pada produksi sperma.
Untuk memperbaikinya, dokter biasanya akan mengikat pembuluh darah yang terkena, dan aliran darah akan dialihkan ke vena yang sehat.
4. Jerawat di Mr P
Jika jerawat muncul di sekitar testis maka Anda harus berhati-hati apalagi jika disertai dengan rasa nyeri di sekitar Mr P. Daniel Saurborn, MD dari Stanford University mengatakan jerawat ini muncul karena hilangnya oksigen ke bagian testis.
Tanpa oksigen, darah di sekitar Mr P memicu bulatan-bulatan kecil seperti jerawat. Untungnya, kondisi ini cenderung bertahan hanya beberapa jam, atau paling lama beberapa hari. Pengobatan biasanya berupa obat penghilang rasa sakit
5. Gelembung berisi cairan
Jika Anda menemukan kondisi ini di sekitar Mr P maka waspadai infeksi menular seksual seperti gonore. Dalam beberapa kasus, penyakit menular seksual dengan gejala ini bisa diatasi dengan antibiotik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan