Suara.com - Selalu ada alasan untuk mencintai Pulau Bali. Mulai dari alamnya yang eksotis, budayanya yang kaya dan kulinernya yang beragam. Ya, Pulau Dewata ini juga menjadi surganya para pecinta kuliner.
Sederet kuliner khas seperti Ayam Betutu, Sate Lilit, hingga Ayam Klungkung tentu sudah sering kita dengar dan nikmati, apalagi jika Anda salah satu pecinta kuliner Bali.
Untuk mengobati rasa rindu Anda dengan hidangan Bali yang otentik, tanpa harus jauh-jauh mengunjungi Pulau Seribu Pura ini, Anda bisa mengunjungi restoran Putu Made yang baru saja buka di Senayan City, Jakarta.
Memasuki restoran dari Boga Group ini, pengunjung akan disambut dengan suasana khas Bali yang kental dengan nuansa kayu di seluruh sudut ruangan. Beberapa bagian dinding di restoran ini juga dihiasi oleh beberapa mural, seperti daun dan Barong Bali yang khas.
Meski bernuansa Bali, sentuhan modern dalam interior restoran ini membuat pengunjung semakin terasa nyaman untuk berlama-lama di sini. Cahaya lampu yang temaram juga seakan memancarkan kehangatan.
Di sisi kanan restoran, pengunjung juga bisa melihat kesibukan para koki yang tengah membakar makanan melalui sebuah etalase kaca cukup besar. Menurut CEO Boga Group, Kusnadi Rahardja, restoran ini memang sengaja dibuat dengan konsep 'Live Grill' agar para tamu bisa melihat langsung saat makanan mereka dimasak.
"Kami ingin, semua yang pergi ke Bali, tak hanya ingin menikmati pantai dan keindahan makanannya saja, namun juga mencicipi berbagai kulinernya yang luar biasa. Dengan adanya restoran ini, kami juga turut mempromosikan hidangam Bali lebih luas lagi,” demikian ungkap Kusnadi.
Untuk menghadirkan rasa kuliner Bali yang otentik, Putu Gede menggandeng Chef Mandif Warroka yang berdomisili di Bali dan menguasai hidangan khas Bali, untuk mengkreasikan semua menu yang ada di restoran ini.
Menurut Chef Mandif, hampir semua jenis masakan khas Bali yang disajikan di Putu Made, menggunakan bumbu dan rempah-rempah atau Basa Genep, untuk menyeimbangkan dan menyatukan cita rasa makanan.
"Berbagai bumbu dan rempah-rempah untuk masakan Bali itu biasanya ada lengkuas, kunyit, jage dan kencur," jelas Chef Mandif.
Penasaran mencicipi hidangan Bali yang spesial di Putu Made? Ada beberapa hidangan yang wajib Anda coba saat datang ke sini. Untuk hidangan pembuka, menu unik dan segar Rujak Udang Jeruk Bali bisa menjadi pilihan.
Hidangan ini terdiri dari pepaya, udang, jeruk bali, kacang tanah dan tomat. Selain bisa menjadi hidangan pembuka, karena rasanya yang segar, hidangan ini juga cocok sebagai hidangan penutup Anda.
Sementara yang paling spesial adalah Putu Made Bebek Betutu. Bebek yang dimasak selama delapan jam dan dibungkus dengan daun palem, seperti aslinya. Hidangan ini disajikan bersama tiga macam sambal, yakni sambal bongkot, klungkung dan kelapa.
Sebagai pelengkap, ditambahkan pula Sup Komo Bebek, yakni kaldu bebek yang gurih dan nikmat. Selain itu, ada pula Ubud Bebek Goreng yang renyah dan lembut yang disantap menggunakan sambal bongkot dan klungkung.
"Yang jadi signature sebetulnya bebek betutu. Cuma orang Indonesia taunya bebek goreng. Di sini, kita masak dengan kulit kering dari palem. Masak dengan sangat panjang selama delapan jam, sampai bumbu meresap ke dalam daging dan tulang-tulangnya, sampai daging empuk," jelas Chef Mandif.
Selain hidangan-hidangan tersebut, Anda juga bisa mencicipi Lawar Kacang Panjang dan Lawar Jagung Bakar sebagai sayuran khas Bali, Ayam Klungkung, Putu Made Seafood Platter, Lumpia Ayam Betutu, Pisang Rai hingga Sup Ikan Tenggiri.
Semua menu yang tampilan dan citarasanya begitu menggugah selera ini bisa Anda cicipi dengan kisaran harga Rp29 ribu hingga Rp500 ribu. Bagaimana, Anda tergoda untuk segera merasakan langsung ragam menu khas Bali yang ditawarkan Restoran Putu Made? Berikut videonya:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar