Suara.com - Gelaran kompetisi barista terbesar di Indonesia yang bertajuk Indonesia Coffee Event (ICE 2018) akan dilangsungkan pada 2018 mengangkat tema Coffee For Unity.
Rangkaian kompetisi kopi tahunan yang dikemas dalam satu gelaran besar ini bertujuan untuk mengangkat potensi kopi lokal mulai dari tingkat petani hingga barista, sehingga akan muncul inovasi baru yang bisa menyemarakkan industri kopi Nasional.
"Ngopi ini mempersatu bangsa meski budaya ngopi sendiri berbeda-beda. Selain itu, (lewat event ini) kami juga ingin mencari audiens yang lebih banyak bukan hanya pecinta kopi," kata Ketua Panitia Indonesia Coffee Event 2018, Yudistira Bawono di acara konferensi pers gelaran Indonesia Coffee Event 2018 di Artotel Jakarta, belum lama ini.
Nantinya, lanjut dia, akan ada beberapa kompetisi seperti Indonesia Barista Championship, Indonesia Cup Taster Championship, dan Indonesia Brewers Cup.
Pemenang dari setiap kompetisi ICE 2018 juga akan mewakili Indonesia di ajang yang lebih besar seperti tingkat dunia.
"Secara tradisional Indonesia menempatkan diri di hulu, salah satu pengekspor biji kopi terbesar dan sebagainya. Tapi di hilir, (kemampuan) barista, kita belum. Kita perlu memperjuangkan ini dan membuat standar lebih tinggi lagi," tambah Yudistira.
Indonesia Coffee Event akan dibagi ke dalam dua regional yaitu Eastern Championship untuk wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi dan Papua. Semetara regional Western Championship terdiri dari wilayah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera dan Kalimantan.
Untuk kompetisi Indonesia Barista Championship, akan berlangsung pada 1 hingga 3 Maret 2018 dan kompetisi lain akan dilangsungkan pada 18 hingga 20 Juli 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet