Suara.com - Serangga diprediksi akan menjadi tren makanan bergizi di 2018 dan tahun-tahun mendatang. Didukung dari penelitian oleh Rutgers University menemukan bahwa kebiasaan makan serangga sudah dilakukan nenek moyang kita berabad-abad lalu.
Peneliti utama Mareike Janiak, di Departemen Antropologi, Rutgers University menemukan bahwa analisis ini setelah mempelajari genom dari 34 primata, mencari salinan gen yang disebut CHIA, enzim yang memecah chitin, bagian tubuh serangga.
Janiak dan rekan-rekannya menemukan bahwa hampir semua primata yang hidup masih memiliki versi gen yang dibutuhkan untuk menghasilkan enzim ini.
"Kami menemukan bahwa nenek moyang kita dulu memiliki enzim yang dapat menghancurkan tubuh serangga. Itu menunjukkan bahwa serangga merupakan salah satu bahan makanan yang dikonsumsi pendahulu kita," ujar Janiak.
Menurut PBB, ada 1.900 spesies serangga yang dapat dimakan. Meski tidak terlalu populer di Amerika Serikat, serangga merupakan bagian dari makanan tradisional untuk dua miliar orang di seluruh dunia.
Janiak juga mengatakan bahwa serangga juga bergizi tinggi. Ia menjelaskan bahwa serangga mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral dan lemak sehat.
"Di kerangka tubuh serangga terkandung karbohidrat, protein, dan mineral, yang dibutuhkan tubuh," katanya.
Sebuah studi pada 2016 yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition yang membandingkan komposisi nutrisi serangga dengan daging menemukan bahwa sebagian besar nutrisi pada daging juga ditemukan pada serangga. Misalnya, 3,5 gram daging babi dan jangkrik masing-masing mengandung sekitar 20 gram protein.
Bagaimana tertarik meracik serangga sebagai menu sehari-hari? [Menshealth]
Baca Juga: Wakili Semut, Laki-Laki Ini Gugat Orang yang Injak Mati Serangga
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Yoo Ah In Resmi Comeback Lewat Film Okultisme Baru Garapan Sutradara Exhuma
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
-
Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang
-
Muktamar NU Diwarnai Ketegangan, Massa Nahdliyin Muda Sampaikan Tuntutan
-
Review Film The Dog Stars: Sinematografi Indah dalam Sunyinya Apokaliptik!
-
Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
3 Cleansing Balm Lokal yang Bisa Hilangkan Komedo, Mengandung BHA Salicylic Acid
-
Review The Whisper Man: Dibintangi Aktor Besar Nggak Jaminan Bagus, Hambar!
-
Karhutla Meluas di Bali, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang