Suara.com - Warga Kerajaan Arab Saudi dikejutkan oleh satu kasus hukum unik, yang baru kali pertama terjadi di negeri Raja Salman tersebut.
Sebabnya, seperti dilansir Al Arabiya, seorang warga mengajukan tuntutan hukum terhadap sejumlah orang yang diklaimnya secara sengaja menginjak semut hingga mati.
Pria itu sendiri mengakui mengajukan tuntutan itu untuk mewakili anak-anak semut yang orang tuanya mati diinjak sejumlah orang itu.
Dalam surat tuntutan yang diajukan kepada pengadilan, orang-orang yang sengaja menginjak semut hingga tewas tak mencerminkan keyakinan Islam.
"Semut adalah ciptaan Tuhan. Karenanya, mereka juga memunyai hak untuk hidup," tutur pria yang tak disebutkan namanya itu seperti dikutip Al Arabiya dari dokumen pengadilan.
Uniknya lagi, hakim Mohammed Al Fayez menerima pengajuan tuntutan laki-lai tersebut. Penerimaan tuntutan tersebut membuat laki-laki yang mengajukan tuntutan itu kaget.
Sebabnya, si penuntut tadi sebelumnya mengira pengadilan tak mau mengabulkan permohonan kasusnya karena terbilang tak lazim.
"Klaim kasus Anda diterima,” demikian keputusan hakim Al Fayez dalam persidangan.
Baca Juga: Polisi Belum Diberitahu Rencana Demo Hotel Alexis
Namun, hakim Al Fayez mengakui belum bisa melanjutkan persidangan itu ke inti kasus. Pasalnya, laki-laki itu tidak menyertakan surat kontrak sebagai kuasa hukum anak-anak semut yang diwakilinya.
“Anda mengajukan kasus ini sebagai pengacara anak-anak semut. Karenanya, Anda harus menyertakan surat kontrak pengacara dari mereka,” terang sang hakim.
"Dengan demikian, kasus ini tidak dapat dilanjutkan kecuali anak-anak semut yang orang tuanya dibunuh itu bisa dihadirkan ke pengadilan, atau memunyai pengacara yang sah,” tambahnya.
Hakim Al Fayez berjanji, kalau pria itu memberikan surat kontrak kepengacaraan dari anak-anak semut itu, maka kasus itu akan kembali disidangkan.
Mendapat jawaban seperti itu, laki-laki tadi terdiam tak memberikan tanggapan. Ia lantas meninggalkan pengadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
-
Sisi Hangat John Tobing Pencipta Lagu 'Darah Juang', Begini Sosoknya di Mata Keluarga!
-
Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu