Suara.com - Daerah Istimewa Yogyakarta disebut-sebut sebagai provinsi dengan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Ardhiantie selaku staf Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Bappenas.
Lebih lanjut ia menjelaskan, rata-rata angka harapan hidup orang Indonesia pada 2016 mencapai 70.9 tahun, sementara rata-rata angka harapan hidup penduduk di DI Yogyakarta adalah 74.71 persen.
Sementara itu, daerah Indonesia Timur tergolong memiliki angka harapan hidup di bawah rata-rata karena berbagai sebab, seperti angka kematian bayi yang tinggi, sulitnya mengakses pelayanan kesehatan.
"Kalau angka harapan hidup rendah, biasanya karena angka kematian neonatalnya tinggi, begitu juga sebaliknya kalau angka harapan hidup tinggi di suatu daerah berarti angka kematian bayi saat lahir cukup rendah," ujar Ardhiantie pada Master Class HNJA di Jakarta, Selasa (30/1/2018).
Sementara jika ditilik berdasarkan gender, rata-rata laki-laki di Indonesia memiliki angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan perempuan. Ardhiantie menuturkan rata-rata angka harapan hidup laki-laki di Indonesia adalah 69 tahun, sedangkan perempuan rata-rata 72.9 tahun.
"Ini terjadi secara global, laki-laki kan banyak yang perokok, tingkat cederanya juga tinggi karena identik dengan pekerjaan yang lebih berisiko dibandingkan pada perempuan," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus