Suara.com - Selain berkumpul bersama keluarga, saat Tahun Baru Imlek, pasar bunga adalah salah satu tempat yang paling populer dikunjungi di Hongkong.
Pasalnya, masyarakat Hongkong percaya bahwa bunga atau tanaman dapat membawa keberuntungan.
Pasar bunga terbesar Hongkong yang berada di Victoria Park di Causeway Bay, misalnya, akan buka beberapa minggu sebelum Tahun Baru Imlek. Seluruh keluarga biasanya akan mengunjungi pasar bunga ini untuk memilih bunga bersama, mirip dengan bagaimana keluarga-keluarga di Barat pergi bersama untuk memilih pohon natal.
Selain itu, mereka juga akan mengunjungi kuil untuk menghormati para dewa dan diharapkan ini akan membawa keberuntungan bagi keluarga mereka. Kuil Wong Tai Sin di Kowloon, salah satu kuil terbesar di Hongkong akan menarik ribuan pemuja pada dua pagi pertama di tahun baru.
Destinasi populer lainnya seperti dilansir scmp.com, adalah pohon harapan Lam Tsuen yang berada di New Territories. Kedua pohon beringin ini sering dikunjungi oleh turis dan penduduk lokal, yang secara tradisional akan menulis keinginan mereka di atas kertas joss sebelum mengikatnya dengan jeruk untuk digantung di pohon.
Namun, tradisi ini telah dihentikan untuk membantu melestarikan pepohonan, tapi sebuah festival masih diadakan di Lam Tsuen setiap tahun baru di sana.
Tahun Baru Imlek juga menjadi salah satu tradisi pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan keluarga masing-masing. Maka, menjelang Imlek, migrasi massal terbesar dari seluruh dunia akan terjadi.
Makan malam bersama seluruh anggota keluarga ini, secara tradisional merupakan tradisi terpenting. Beberapa generasi keluarga akan berkumpul mengelilingi sebuah meja besar untuk sebuah pesta mewah.
Keluarga biasanya bertahan sampai tengah malam untuk menyambut di tahun baru, seperti bagaimana yang terjadi pada pergantian tahun 1 Januari yang dirayakan di seluruh dunia.
Baca Juga: Indonesia Jadi Pasar Terbesar Kedua Mitsubishi Global?
Selama menunggu, orang-orang di daratan Cina kemungkinan besar akan mendengarkan Spring Festival Gala, sebuah festival ultra-nasionalistik yang diproduksi setiap tahun oleh CCTV, lembaga penyiaran negara.
Tradisi penting lainnya adalah memberi amplop merah berisi uang keberuntungan untuk anggota keluarga, yang disebut lai dalam bahasa Kanton dan hong bao dalam bahasa Mandarin.
Secara tradisional, pemberian harus baru, amplop harus diterima dengan kedua tangan, dan salam choi fat choi gung hei, yang berarti mengharapkan kebahagiaan dan keberuntungan besar, harus diucapkan saat memberi atau menerima.
Amplop merah biasanya ditukar antara anggota keluarga dan kolega, dengan jumlah yang lebih besar yang diberikan oleh orang tua dan orang yang lebih tua. Hal ini juga biasa terjadi pada orang yang sudah menikah untuk memberi lai kepada teman dan kenalan yang masih lajang, dan kepada anak-anak dari teman dekat dan rekan kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia
-
4 Gaya OOTD Y2K Chic ala Juun Hearts2Hearts, Manis tapi Tetap Edgy!
-
Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur
-
Review Frankenstein: Kisah Tragis dan Ambisi Manusia yang Melawan Kematian
-
Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kasus Keracunan MBG Disorot, Guru Besar UGM Sebut SPPG Dibebani Produksi Berlebihan
-
IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat