Suara.com - Anda mungkin familiar dengan cerita KFC Inggris yang terpaksa menutup banyak gerai dalam jangka waktu tertentu, karena ketidaktersediaan bahan baku utama yaitu ayam.
Di Inggris sendiri, manajemen KFC telah meminta maaf lewat iklan di beberapa media cetak di sana.
Memang dasar KFC yang ingin membuat kasus ini terkesan santai, mereka malah membuat iklan cetak yang cenderung kocak dan sedikit agresif.
Iklan cetak itu menampilkan ember ayam ikonik dengan huruf 'KFC' yang mereka susun ulang dan dieja 'FCK'.
Tepat di bawah ember ayam, ada pesan panjang permohonan maaf kepada pecinta KFC sambil mengakui bahwa rumah makan ayam tanpa ayam tidaklah ideal.
"Rumah makan ayam tanpa ayam. Ini tidak ideal. Permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan kami, terutama bagi mereka yang sudah datang jauh-jauh hanya untuk mendapati kami sedang tutup," tulis iklan cetak tersebut dilansir news.com.au.
Iklan ini, katanya diciptakan oleh agen makanan cepat saji di Inggris, Mother London.
Di media sosial, iklan cetak dengan umpatan kasar tersebut banyak dipuji oleh warganet dengan mengapresiasi kejujuran KFC.
Masalah operasional ini sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun di mana KFC Inggris mengganti pemasok jasa pengiriman ayam ke DHL.
Baca Juga: Alasan Dimas Anggara Aniaya Fiqih Alamsyah
Gangguan ini menyebabkan sebagian besar restoran KFC Inggris tutup atau hanya buka dengan menu seadanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Pidato Pertama Usai Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
Terkini
-
Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan
-
Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran
-
Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua
-
Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla
-
Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus
-
Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang
-
Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris
-
Kualifikasi Piala Asia U-20 2026: Australia Bawa 3 Pemain Liga Inggris Hadapi Timnas Indonesia