Suara.com - Pemerintah Cina telah mengeluarkan ultimatum pada perempuan atau wanita muda di sana agar jangan terlalu memilih dalam masalah pasangan.
Seruan tersebut dimuat dalam editorial sebuah surat kabar komunis, Sichuan Daily, yang menyatakan bahwa perempuan Cina harus 'kembali ke kenyataan' dan jangan terlalu lama mencari cinta sejati.
"Pernikahan adalah proses saling menoleransi, dan tidak mungkin semuanya berjalan sesuai keinginan Anda. Ubah sikap, kembali ke kenyataan. Mungkin akan ada ketidaksempurnaan, tapi hidup Anda akan penuh menjadi penuh karena itu (menikah), " tulis editorial tersebut dilansir news.com.au.
Seruan ini juga dibuat karena Cina tengah kewalahan dengan banyaknya jumlah pensiunan atau manula. Adapun kebijakan satu anak di Cina, di mana keluarga yang memiliki dua anak atau lebih akan mendapatkan hukuman, telah selesai diberlakukan sejak 2015.
Kebijakan ini membuat negara berpenduduk terbanyak di dunia tersebut mengalami ketidakseimbangan jenis kelamin.
Pemerintah khawatir jika tingkat kelahiran yang semakin rendah akan menyebabkan ketidakstabilan gender. Ketidakseimbangan ini diduga akan menyebabkan 30 juta bujangan baru dalam tiga dekade ke depan.
Editorial tersebut juga menyebut perempuan yang masih lajang di usia 20 akhir sebagai 'sisa makanan'.
"Alasan yang sangat penting mengapa mereka menjadi 'sisa' adalah karena mereka memiliki cinta yang ideal dan idealis dan menyebabkan banyak orang tidak puas dengan laki-laki yang 'kurang lebih OK'."
Pada 2016, pernikahan di Cina menurun hingga tujuh persen. Jumlah kelahiran juga terus turun ke angka 630.000 pada 2017.
Baca Juga: Dipegang Anak, Ibu Ini Kaget Lihat Ponselnya Terkunci 47 Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus di Sekolah, Penuh Harapan untuk Indonesia Maju
-
Horor Subuh di Mesuji! Saat Eks Suami Gelap Mata Lepaskan Tembakan ke Mantan Istri
-
Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina
-
Praktis Tinggal Usap, Ini 5 Micellar Wipes Pilihan untuk Kulit Berjerawat
-
Telkom Selesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit, Biro Pers: Mari Kita Berdoa
-
Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan