Suara.com - Maestro Piano Indonesia, Dwiki Dharmawan menilai pemerintah daerah, khususnya Kalimantan Tengah, perlu menyusun dan menerbitkan peraturan daerah (perda) yang mewajibkan hotel menyuguhkan atau menampilkan musik tradisional setempat.
Hal tersebut dilakukan, kata dia, agar musik tradisional semakin dikenal sekaligus menyediakan tempat bagi para musisi tradisional.
Menurut Dwiki, keberadaan perda tersebut bukan sekadar melestarikan dan mengenalkan musik tradisional tapi juga membuka lowongan pekerjaan bahkan menambah pendapatan asli daerah (PAD) di kemudian hari.
"Kalau ada 20 hotel di satu kota, bisa dibayangkan berapa banyak musisi tradional yang diperlukan. Ini secara otomatis mendorong pemuda di daerah untuk belajar menggunakan alat musik tradisional setempat," tambahnya di Palangka Raya, Sabtu (24/3/2018) dilansir Antara.
Menurut musisi yang telah tampil di berbagai negara ini, masyarakat di Indonesia ini kurang menyadari bahwa untuk menghancurkan suatu negara juga dapat dilakukan dengan merusak budaya setempat.
Untuk itu, semua pihak harus bergandengan tangan membentengi perusakan budaya Indonesia melalui seni, salah satunya musik. Sebab, musik berperan sebagai edukasi, ketahanan budaya bangsa dan penggerak ekonomi serta lainnya.
"Jadi, sering ditampilkannya musik-musik tradisional di hotel-hotel, tentunya akan membuat budaya yang ada di Indonesia tetap terjaga dan terpelihara, bahkan dapat menjadi penggerak ekonomi," kata Dwiki.
Ia mengaku, meminta izin kepada leluhur dan para senior serta pemangku adat untuk ikut terlibat aktif mengangkat harkat dan martabat keagungan musik tradisional Indonesia.
Dwiki berpendapat menjaga harkat dan martabat tersebut sangat diperlukan agar keagungan musik tradisional ketika ditampilkan di pentas internasional, tidak hanya menjadi pelengkap atau penghias atau estetika dari simbol musik barat.
Baca Juga: Ternyata Ini yang Bikin Suami Poppy Sovia Harus Ulang Ijab Kabul
"Bukan hanya itu, tapi bagaimana agar musik tradisional, khususnya musik Dayak di Kalteng ini dapat memiliki nilai ekonomi," imbuhnya.
Dwiki bersama Namue'i Ensamble atau Aat tampil serta berkolaborasi dengan musisi tradisional Kalimantan Tengah di Palangka Raya sebagai upaya membuktikan bahwa musik Dayak sangat layak mendunia.
Kehadirannya di Palangka Raya selain tampil menggunakan alat musik tradisional Dayak berupa kecapi dan gendang serta salung, juga mendorong pemuda semakin mencintai sekaligus memahami teknik menyuguhkan musik Dayak berstandar dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali