Petrus Patabang, Staf Produksi Pengolahan Kopi Cartenz yang mewakili kelompok petani kopi Wamena mengatakan, biji kopi arabika yang tumbuh di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut ini memang banyak diminati karena citarasanya yang tidak terlalu asam.
Selain itu, arabika yang diproduksinya juga berasal dari varietas langka yakni tipika dan hanya bisa tumbuh di dataran tinggi Cartens.
"Citarasa kopi kami sangat unik. Asam tapi tidak terlalu asam. Sehingga lebih soft dan cocok dikonsumsi bagi perempuan, anak-anak atau penikmat kopi pemula," ujar Petrus.
Menariknya lagi, kopi yang ditanam petani kopi Jayawijaya ini menggunakan pupuk organik sehingga lebih alami dan terjamin kualitas serta citarasanya.
4. Kopi Java Ijen Raung Jawa Timur
Didik Suryadi selaku sekretaris Kelompok Tani Sejahtera Kayu Mas Situbondo menjelaskan bahwa citarasa kopi Java Ijen Raung asli Jawa Timur ini memiliki kekhasan pedas dan manis layaknya jahe. Ternyata ada cerita tersendiri mengapa hal ini bisa terjadi.
"Karakter arabika kita itu pedas dan manis. Kenapa demikian karena tanaman selingan yang kita gunakan ketika menanam kopi adalah jahe. Karena kan kopi hanya panen sekali setahun jadi sembari menunggu masa panen, para petani kita menanam jahe," ujar Didik.
Ia menambahkan, after taste dari Kopi Java Ijen Raung yang mirip jahe ini memang sudah menjadi standar operasional yang ditetapkan oleh asosiasi setempat. Itu sebabnya keragaman citarasa kopi arabika yang dihasilkan petani kopi Jawa Timur menyatu dalam satu rasa.
Baca Juga: Urung Pensiun, Arsene Wenger Segera Besut Timnas Jepang
Berita Terkait
-
Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru
-
Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global
-
Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan