Suara.com - Teka-teki soal masa depan Arsene Wenger nampaknya akan segera terjawab. Pelatih veteran berjuluk The Professor itu diyakini belum akan pensiun. Wenger santer dikabarkan akan segera didaulat sebagai pelatih anyar Timnas Jepang.
Seperti diketahui, Wenger akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai manajer Arsenal di akhir musim 2017/2018, usai membesut klub London Utara itu selama 22 tahun.
Sempat disebut-sebut diincar Real Madrid, Paris Saint-Germain, hingga Chelsea untuk mengisi posisi pelatih kepala, Wenger nyatanya masih menganggur di musim panas ini. Pria Prancis berusia 68 tahun itu bahkan sempat menjadi pandit televisi saat gelaran Piala Dunia 2018 lalu.
Banyak pihak lantas menganggap jika Wenger memang benar-benar telah memutuskan pensiun total dari dunia kepelatihan. Namun seperti diklaim Daily Mail, The Professor takkan pensiun dalam waktu dekat, sebagaimana ia telah menemukan pekerjaan barunya.
Ya, Wenger disebut telah sepakat dengan Federasi Sepakbola Jepang (JFA) untuk mengambil alih posisi pelatih kepala Timnas Jepang dari Akira Nishino.
Seperti diketahui, pada Piala Dunia 2018, Timnas Jepang dibesut oleh Nishino. Sang pelatih menggantikan sosok Vahid Hallihodzic yang dipecat oleh JFA, hanya beberapa bulan sebelum turnamen dimulai.
Nishino sendiri menunaikan tugasnya sebagai juru taktik Tim Samurai Blue -julukan Timnas Jepang- dengan baik. Takashi Inui dan kolega dibawanya lolos dari fase grup, di mana mereka juga menampilkan performa yang mengagumkan saat berhadapan dengan Belgia di babak 16 besar. Sayang, Jepang akhirnya harus tersingkir setelah kalah secara dramatis dengan skor tipis 2-3.
Seperti diberitakan banyak media Jepang, Nishino sendiri akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih kepala, sebagaimana kontraknya memang akan expired pada akhir bulan ini. Nah, Wenger pun telah dipilih sebagai sosok pengganti.
Menurut Daily Mail, ada pertimbangan khusus mengapa JFA memilih Wenger. Pasalnya, sang pelatih gaek bisa dikatakan cukup mengenal sepakbola Jepang.
Baca Juga: Jumpa Dortmund di ICC 2018, Man City Kalah Tipis
Sebelum melatih Arsenal, Wenger memang pernah berkarir di Negeri Matahari Terbit. Ia sempat melatih klub J-League, Nagoya Grampus Eight pada 1995-1996, setelah mengawali karier kepelatihannya di Prancis.
Kala itu, ia sukses membawa Nagoya memenangkan Emperor Cup pada 1995 dan Piala Super Jepang pada 1996, sehingga namanya memang masih amat dihormati di Jepang.
Berita Terkait
-
Deretan Fakta Arsenal Juara Community Shield: Gol 23 Detik Bikin City Babak Belur
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang