Suara.com - Produk bordir dan batik nusantara kini dapat dinikmati di toko firnitur asal Swedia, Ikea lewat pameran bertajuk Teras Indonesia.
Berbagai produk batik dan bordir tersebut ditampilkan di depan pintu masuk toko yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang itu.
Country Marketing Manager Ikea Indonesia, Eliza Fazia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan produk-produk UKM yang sangat unik dan khas, juga digemari oleh para pengunjung.
"Digelarnya pameran ini merupakan wujud apresiasi terhadap karya dan produk buatan Indonesia. Pengunjung juga dapat membeli produk-produk tersebut," ujarnya.
Sebelum menampilkan produk-produk tersebut, tim Interior Designer Ikea, lanjut dia, memberikan pengetahuan tentang tips menata display yang menarik layaknya ritel berkelas internasional kepada ketiga UKM yang berpartisipasi.
Pengetahuan tersebut diberikan untuk membantu mengangkat nilai dari produk yang ditampilkan, tidak hanya pada pameran Teras Indonesia, tetapi dapat bermanfaat pada pameran-pameran berikutnya di tempat lain. Berikut tiga UKM yang menghiasi gerai Ikea.
1. Tiari Design
Pada 2014, sang pemilik Desi Aditiarini yang memiliki latar belakang dalam desain interior dan grafis berkelana ke bisnis memproduksi aksesoris dan barang-barang kecil (dompet koin, kantong kosmetik, tas jinjing, tas makanan siang, tas paspor, tas belanja, sampul buku doa, meja pelari, bantal penutup) menggunakan batik Pekalongan dan Tasikmalaya.
Tiari Design sekarang melayani basis pelanggan yang terus berkembang yang memasok suvenir acara dalam skala kecil hingga besar dan berpartisipasi dalam pemeran kerajinan.
2. Tarti Camelia Kreasi Bordir Bandung
Pada 2014, Tarti Camelia Kreasi Bordir Bandung memulai untuk membuat home decoration, dan dengan adanya pembinaan UKM, usaha mereka saat ini berfokus kepada pengembangan inovasi desain bordir agar menghasilkan sebuah desain yang elegan dan tidak ada di tempat lain.
Baca Juga: Ini Tanggal Peluncuran Resmi Android P
Produksi home décor dalam beberapa tahun terakhir ini mendapatkan pasar yang baik, terutama di Hari Raya Idul Fitri dan Natal sebagai parsel yang merupakan pesanan dari kantor-kantor, bank dan lain-lain.
3. Batik Wardhoyo
Berdiri pada 2006 di kampung batik kauman Surakarta, hanya memasarkan laos dengan desain motif batik dan wayang. Batik dengan teknik print & cap motif khas Solo yang punya ciri warna lembut dan tidak meninggalkan motif-motif yang sudah pakem seperti kawung, parang, sido mukti dan truntum diproduksi di sini.
Itulah tiga UKM yang berpartisipasi dalam pameran bertema Teras Indonesia yang menampilkan beragam produk bordir dan batik nusantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak