Suara.com - Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (Mafesripala) Sumsel berhasil menapaki puncak Gunung Elbrus 5.642 mdpl di Rusia.
Dua anggota ekspedisi yang diutus dalam pendakian ke negara dekat perbatasan Georgia tersebut yakni Muhammad Razaq dan Muhammad Gilang Sukma Baskara. Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsri
Mereka bersama tim guide yang ikut dalam misi tersebut menembus lintasan fix rope hingga sampai ke puncak Elbrus sekitar pukul 11.15 waktu Rusia. "Semua tim dan guide dalam keadaan selama," ujar salah satu pendaki dalam misi tersebut, Muhammad Razaq saat dihubungi suara.com, Sabtu (8/9/2018).
Razaq yang sebelumnya juga terlibat dalam ekpedisi pendakian Gunung Kilimanjaro menceritakan jika proses summit attack dimulai dengan perjalanan menuju Leuprush dan naik menggunakan snowcat.
"Dalam perjalanan kondisi angin memang sangat kencang dengan cuaca berubah ubah. Tapi kita berkat kesungguhan tim, semuanya tetap bertahan. Alhamdulillah berhasil mencapai puncaknya," jelas dia.
Ia optimistis, mampu menaklukkan seven summits dalam kurun waktu tiga tahun yang telah dimulai tahun lalu. Gunung yang dijajal sesuai tingkat kesulitan pendakian.
"Tahun kemarin kita daki seven summits yang terbilang mudah didaki, yakni Carstensz Pyramid. Semakin ke sini, gunung yang kita daki makin sulit, Elbrus adalah yang ketiga," kata Razaq.
Atas capaian ini, tim Mafesripala Unsri segera membidik pendakian lain ke Gunung Aconcagua, Chile, Amerika Selatan. Sebelum berangkat, kedua mahasiswa itu menjalani serangkaian tes dan training center oleh pakarnya. Sebab, pendakian memerlukan kebugaran dan mental agar selamat sampai kembali ke tanah air.
"Kami juga sudah konsultasi dengan summiter (pendaki tujuh puncak dunia) asal Indonesia. Pengalaman mereka jadi pelajaran bagi kami," pungkasnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Mauritius
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?
-
Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika