Malam-malam ingin makan sate? Tenang, di Indonesia Anda tinggal mampir ke warung sate yang ada di pinggir jalan, untuk menikmati sate sepuasnya. Tapi, hal ini menjadi peristiwa yang sangat langka di negara barat.
Jangankan mampir ke warung sate ketika tengah malam, mencari sate saja pun rasanya sangat sulit. Kalau pun Anda menemukan sate di tempat makan yang ada di luar negeri, harganya sudah pasti sangat mahal. Di Eropa misalnya, satu porsi sate bisa dibanderol seharga 10 Euro atau setara dengan Rp 150 ribuan.
6. Aneka Gorengan
Aneka gorengan seperti pisang goreng dan ubi goreng, juga bisa Anda dapatkan dengan mudah di Tanah Air. Harganya juga sangat murah. Dengan uang Rp 5 ribu saja, sudah bisa mendapatkan 4-5 buah pisang goreng. Tapi, tidak kalau di luar negeri. Soalnya harga pisang goreng atau aneka gorengan lainnya dibanderol Rp 70 ribuan per buah, alias 70 kali lipat lebih mahal!
Kalau begini ceritanya, tidak perlu heran bila ada pedagang gorengan di Indonesia yang tiba-tiba kaya raya saat memutuskan untuk hijrah menjadi pedagang gorengan di luar negeri. Anda berani coba?
7. Mi Instan
Mi instan menjadi makanan favorit anak kos menjelang akhir bulan. Tapi, satu bungkus mi instan yang di sini bisa didapatkan dengan harga Rp 2.500 per bungkus, dibanderol seharga Rp 11.000 di Tokyo. Belum lagi di negara lain, seperti Australia dan sebagainya. Harganya mungkin jauh lebih mahal dibandingkan harga mi instan di Tokyo.
8. Pecel Lele
Di warung pinggir jalan di Indonesia, pecak lele atau pecel lele dibanderol dengan harga Rp 10 ribu saja per porsinya. Tapi kalau di Eropa, pecel lele dibanderol dengan harga 15 Euro alias Rp 225 ribu per porsi. Makanya, kalau lagi liburan ke luar negeri dan tiba-tiba ngidam pecel lele, lebih bagus ditunda dulu keinginannya. Soalnya harga per porsi pecel lele di sana kelewat mahal.
Hargai Makanan Dalam Negeri
Makanan cepat saji (fast food) dan aneka makanan barat (western) lainnya terkadang terlihat lebih enak kalau dibandingkan dengan makanan lokal. Tapi ternyata, banyak makanan Indonesia yang justru menjadi favorit di luar negeri, bahkan dengan harga yang cukup menguras kantong.
Makanya, tak ada alasan untuk tidak menghargai makanan lokal selagi masih tinggal di Tanah Air. Kalau semisal Anda hijrah ke negara barat dan ngidam makanan Indonesia, bayangkan saja berapa banyak uang yang akan Anda habiskan untuk mendapatkan satu porsi makanan favorit selama ini.
Baca juga artikel-artikel Cermati lainnya:
Ini Cara Menghitung Biaya KPR dan Cicilannya
Jangan Samakan Menabung dengan Investasi, Ini Hal yang Perlu Diketahui
Cara Mengurus dan Biaya Pengurusan BPKB yang Hilang
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
-
Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
-
BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG: Makanan Tak Terpantau Bisa Berujung Keracunan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?