Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Hambar dan Tidak Enak? Ternyata Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Rabu, 23 September 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi makanan di pesawat. (Magnific)
BACA 10 DETIK
  • Kondisi udara kabin pesawat yang sangat kering menurunkan kemampuan indra penciuman dan pengecap manusia.
  • Kebisingan mesin pesawat secara konstan menekan rasa manis dan asin tetapi memperkuat rasa umami.
  • Maskapai harus memanaskan ulang makanan beku di pesawat karena larangan memasak dengan api terbuka.

Suara.com - Saat melakukan perjalanan memakai pesawat, pernahkah kamu merasa makanan yang disajikan maskapai terasa begitu hambar, kering, dan cenderung tidak enak? Padahal, menu yang sama mungkin terasa lebih lezat ketika dimakan di darat.

Ada faktor sains dan fisiologi tubuh yang mengejutkan di balik fenomena rasa makanan di pesawat tidak enak.

Ternyata, penyebabnya tidak selalu karena kualitas makanan atau cara maskapai mengolahnya. Kondisi di dalam kabin pesawat juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam merasakan rasa dan aroma.

Untuk lebih jelas, simak artikel ini sampai akhir.

1. Kelembapan udara di kabin sangat rendah

Salah satu alasan kenapa makanan di pesawat tidak enak adalah kondisi udara di dalam kabin yang sangat kering. Menurut BBC Future, pada ketinggian sekitar 30.000 kaki, kelembapan udara di kabin bisa berada di bawah 12 persen, bahkan lebih kering daripada kebanyakan gurun.

Kelembapan yang sangat rendah ini dengan cepat mengeringkan hidung dan lidah kita. Karena indra penciuman berperan besar dalam membentuk cita rasa makanan, kemampuan kita merasakan kelezatan hidangan pun menurun drastis.

"Kombinasi udara kering dan tekanan udara rendah mengurangi sensitivitas bintik pengecap lidah terhadap makanan manis dan asin sekitar 30%," demikian penjelasan dari penelitian yang dilakukan oleh Fraunhofer Institute for Building Physics.

Artinya, indra pengecap kita pada dasarnya mengalami "mati rasa" parsial. Rasa manis dan asin adalah dua elemen utama yang membuat makanan terasa gurih dan nikmat. Ketika sensitivitas terhadap kedua rasa ini berkurang sepertiganya, makanan selezat apa pun akan terasa hambar di mulut.

2. Suara Bising Mesin Mempengaruhi Rasa

Faktor lain yang jarang disadari adalah kebisingan kabin. Deru mesin pesawat yang berbunyi secara konstan di kisaran 80 hingga 85 desibel tidak hanya membuat telinga berdenging, tetapi juga memengaruhi otak dalam memproses rasa.

Studi dalam bidang gastrophysics menunjukkan bahwa suara bising tingkat tinggi (white noise) dapat menekan indra pengecap manis dan asin, tetapi justru memperkuat rasa gurih (umami).

Hal inilah yang menjelaskan mengapa banyak penumpang mendadak sangat menyukai jus tomat saat berada di penerbangan, padahal jarang meminumnya saat berada di darat.

3. Tantangan Reheating dan Logistik Maskapai

Selain faktor biologis manusia, proses pengolahan makanan di industri penerbangan memang memiliki tantangan tersendiri.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com