Suara.com - Hari Batik Nasional diperingati oleh masyarakat Indonesia setiap tanggal 2 Oktober, sebagai selebrasi dikukuhkannya batik oleh UNESCO menjadi warisan budaya. Desainer Poppy Karim punya cara unik untuk merayakannya.
Di momen ini, berbagai lapisan masyarakat Indonesia memakai batik sebagai wujud rasa bangga pada budaya bangsa. Berbagai kegiatan dan gerakan untuk lebih meramaikan momen ini pun banyak dilakukan berbagai kalangan.
Salah satu desainer yang peduli dan sangat mencintai batik merayakan Hari Batik Nasional dengan cara tak biasa. Poppy Karim membuat kampanye #KatakanDenganBatik lewat sebuah video.
Dalam video berdurasi lima menit ini digambarkan bagaimana indahnya batik ketika diolah dengan baik. Menggunakan Paula Verhoeven sebagai modelnya, Poppy Karim memperlihatkan karya batiknya yang elegan.
"Batik campaign ini aku lakukan untuk mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengenal batik lebih dalam lagi. Jadi nggak sekedar memakai batik atau bilang cinta batik aja. Kalau cinta kan artinya ingin mengenal lebih jauh lagi," ujar Poppy Karim.
Lewat video ini, desainer yang menyukai batik sejak masih sekolah ini mengajak masyarakat untuk mengenal filosofi yang ada di dalam batik. Dengan demikian ketika kita menggunakan motif batik tertentu, kita bisa mempresentasikan filosofi dibaliknya.
"Yuk sama-sama kita mengenal filosofi atau makna dibalik setiap motif batik. Sehingga batik bisa menjadi media untuk kita mengekspresikan diri. Seperti sebagaimananya setiap motif-motif tercipta," ungkapnya lagi.
Untuk menunjang campaign video ini, Poppy Karim meminta dukungan dari Kementerian Pariwisata dan beberapa artis. Lokasi syuting diambil di berapa tempat. Poppy Karim berharap apa yang dia lakukan ini bisa membuat orang lebih paham dan mencintai batik.
Itulah bentuk apresiasi desainer Poppy Karim terhadap batik dalam Hari Batik Nasional.
Baca Juga: Rayakan Hari Batik Nasional, Barbie Rilis Barbie Batik Kirana
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan