Suara.com - Sophie dan Paul Collins, pasangan yang sama-sama menganut pola makan vegan, bertahan hidup dengan makanan sisa selama empat minggu, dan mereka mengklaim telah menghemat sekitar £ 200 atau setara dengan Rp3,8 juta.
Pasangan ini menyantap makanan yang diobral karena telah melewati tanggal kadaluwarsa, memetik buah dari pohon, serta meminta pada teman-teman dan anggota keluarga lain makanan yang akan mereka buang.
Dilansir dari The Independent, di Inggris, rata-rata satu keluarga menghabiskan hampir Rp14,5 juta setiap tahun dengan membuang makanan yang sebenarnya masih layak makan, demikian menurut sebuah studi yang dilakukan Waste and Resources Action Programme.
“Ada begitu banyak makanan yang akan terbuang setiap hari, padahal ada begitu banyak juga orang menderita kelaparan,” kata Paul yang berasal dari Austria.
"Kami melakukan banyak kegiatan mencari makanan, seperti mengumpulkan apel yang diletakkan beberapa orang di kotak di luar rumah mereka, karena kebanyakan mereka memiliki pohon buah-buahan.
"Makanan terbanyak yang berhasil kami kumpulkan adalah 12 kilogram sumsum," kata Paul yang juga bercerita bagaimana ia meminta teman-temannya untuk mengambil makanan apapun yang hendak mereka buang dari lemari penyimpanan.
Sang istri, Sophie, mengaku sulit pada awalnya untuk membuat makanan layak makan dari makanan sisa dan bahan-bahan yang mereka kumpulkan.
"Tapi kemudian kami mulai menemukan cara untuk mengakses lebih banyak makanan yang terbuang di sekitar kami," katanya.
Selama tantangan mereka, pasangan yang berbasis di Cambridge ini menggunakan aplikasi berbagi makanan, seperti Olio, yang menghubungkan warga sekitar dan toko-toko lokal untuk mengumpulkan kelebihan makanan yang mereka punya.
Baca Juga: Doa dan Kesedihan Paus Fransiskus untuk Korban Lion Air JT 610
Mereka juga mengunjungi Cambridge Community Fridge, yang mengumpulkan makanan yang telah dibuang oleh supermarket.
Bahkan setelah empat minggu, Sophie menjelaskan, bahwa mereka masih memiliki banyak makanan yang tersisa.
"Tantangan ini membuat kita lebih kreatif dengan makanan yang kita makan," tambah Paul.
"Kami sekarang tahu ada banyak cara hebat untuk mengolah roti basi, dijadikan French toast, tepung jamur, crouton bawang putih, yang semuanya bisa kami konsumsi."
Pasangan itu berharap bahwa apa yang mereka lakukan akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama, dan bersama-sama mencari cara baru untuk mengurangi limbah makanan. Bagaimana, apa kamu termasuk salah satu yang akan mengikuti langkah pasangan ini?
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai
-
5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama