Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar The 1st Indonesia Tourism Joint Promotion Forum For MICE, Event & Airlines Industry in Malaysia (The 1st MEET@Malaysia). Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom The WESTIN Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Desember 2018 ini melibatkan puluhan industri MICE Tanah Air.
Event the 1st MEET@Malaysia dikemas dalam format Business Forum, seperti interactive dialogue, business matching, dan seller’s business presentation.
Kemenpar sebagai penyelenggara, mempercayakan EGO Global Network & Indonesia Professional Organizer Society (IPOS). IPOS sudah sangat berpengalaman dalam bidang Content Management. Ia diharapkan menjadikan event ini lebih menarik dan berkualitas. Khususnya bagi para pelaku bisnis kedua negara.
Di acara ini, Kemenpar memboyong 32 sellers Indonesia yang bergerak di bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition). Seperti hotel, venue, MICE agents, professional organizers, suppliers dan lain-lain. Para seller ini berasal dari 10 provinsi, yaitu Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
"32 MICE Industry ini dipertemukan dengan lebih dari 75 perusahaan, professional organizers, asosiasi di Kuala Lumpur dan sekitarnya," ujar Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani.
Adapun tujuan lain dari forum B to B ini adalah memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya, industri MICE, Event dan Airlines. Selain itu, juga mempromosikan 16 destinasi MICE Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kemenpar.
Seperti diketahui, ada 16 Destinasi MICE di Indonesia yang sudah memenuhi standar Internasional untuk menggelar event MICE yang siap jual. Di antaranya Bali, Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, Padang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Manado, Solo, Lombok, Bintan, Palembang, dan Balikpapan.
Urusan kualitas, tidak perlu khawatir. Berbagai hotel berbintang di Indonesia juga banyak dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia. Sehingga semakin meyakinkan Indonesia sebagai tuan rumah yang tepat untuk menyelenggarakan berbagai event berskala Internasional.
"Kegiatan ini juga untuk menggali sumber-sumber informasi terbaru dari para narasumber yang berkompeten. Serta pertukaran informasi dan memperluas relasi bisnis di antara peserta kedua negara. Event ini sangat bagus karena ke depan akan mampu mendatangkan wisatawan kelas atas dalam jumlah yang banyak sekaligus," kata Giri.
Baca Juga: Dukung Kemenpar, MarkPlus Siap Kembangkan Pariwisata di Manado
Narasumber yang didaulat Kemenpar untuk mengisi agenda Business Forum, terdiri dari kalangan professional yang berasal dari kedua negara.
Narasumber tersebut adalah Ilham Glend Polyansyah (Executive Director for Jakarta Chapter of IVENDO – Indonesia Event Industry Council), Mohammad Akil Bin Mohammad Yusof (Deputy President of MATTA), dan Yoke Ping HO (Executive Director of MACEOS – Malaysian Association of Convention & Exhibition Organizers & Suppliers). Kemudian juga ada Fredrik Kaisiepo (Country Manager of Garuda Indonesia) dan Mogan Narayanasamy (Regional Sales Manager Malaysia of Malindo Air).
Bukan hanya dari industri MICE & Events, namun juga dari industri penerbangan.
"Sebab, penerbangan sebagai industri utama yang berperan penting dalam membawa wisatawan mancanegara ke Indonesia. 75% lebih wisaman yang masuk ke Indonesia adalah melalui akses udara," tambah Giri.
Selepas agenda Business Forum dan B to B (Table Top), Kemenpar juga menggelar Gala Dinner & Appreciation Night. Gala dinner dimeriahkan penampilan artis penyanyi Indonesia Vidi Aldiano.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan penyelenggaraan MEET@Malaysia pertama kalinya ini, diharapkan ke depan akan meningkatkan kunjungan wisata MICE dari pasar Malaysia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka